Browsing posts in: Puisi

Do’a

Doa,
Kata-kata sakti dari kekasih kekasihnya Sang Kekasih
Awalnya pembukaan, membentangkan deskripsi tentang apa dan siapa Tuhan
Ditengahnya, cerita-cerita kisah pilu nan indah,….
Diakhir dengan banjir air mata

>> Selengkapnya



Jabr

Jabr Ibn Hayyan
permata seorang murid
jalan cinta dan ilmu >> Selengkapnya


Sejarah

malam hanyut dalam sepi
suara jankrik mengerik menemani
ayam jantan berkokok menyambut fajar >> Selengkapnya


Selamat Ulang Tahun Ya, …

Salam ya rab, pencipta alam semesta, pencipta manusia, salam bagimu rosul ahmad, para wali sholeh.
Salam sembah sujud, salam takzim padamu gemerlap bintang di malam yang diam. Mesti bintang-bintang tak terlihat, mereka hadir di malam ini.

>> Selengkapnya


Uban

Sekian tahun mencariMu

Rambut mulai beruban
Menandakan waktu terus menanda >> Selengkapnya


Suci

Suci, dia dimana
Suci, dambaan pujangga dunia
Suci, kisanya pilu itulah bahagia >> Selengkapnya


Sunyi di Atas Pelana Kuda

Sunyi pagi ini
seperti sawah tanpa air
Sunyi pagi ini
seperti padi dimakan ulat

Sunyi pagi ini
bagai rebana tanpa suara

Sunyi pagi ini
bak lukisan tanpa warna

Sunyi pagi ini
seperti mentari berjalan tanpa cahaya

Sunyi oh sunyi ,…dialah teman duka para nabi

Sayatnya kebodohan dungu manusia
bermanja, bernegosiasi dengan syetan dimana mana

Sunyi adalah ratapan …..seperti kekasih kehilangan kasih tak sampai pada Tuhanya
merindu menyatu dalam abadinya

Ramai,..dimana dia berada
ditengah umat atau asing dalam dirinya
kemana panduan hakiki tentang perjalanan kekasih

jika dia lepas dari induk ruhnya
oh betapa malang,….manusia yang sibuk mencari pembenaran dan pujian kebodohan
gelap dianggap cahaya,…syetan dianggap Tuhan,,,kesenangan nafsu dianggap kebahagiaan hakiki

wahai cahaya diatas cahaya, kuadukan dukaku di tengah rintih penat para ksatria
jika kau simak benar ucapan manusia suci,..kita diam pasang pelana kuda-kuda dunia

 

 

 


Kelopak Bunga

aku melukis bunga
bunga di kelopak mataku
kuasnya kemana mana
mencari garis tengah
pusat segala duka

aku melukis kelopak bunga
daun daun mengelilinginya
satu helai keatas, kebawah dan kesamping
memadati area kelopak bunga

aku melukis bunga
bunganya kamboja
hanya dua kelopak bunga
sulit kepayang menangkap ajaibnya

bunga dan aku saling berpandangan
aku mabuk ditariknya atau aku mengawasinya
aku tidak tahu kemana lagi aku mencarinya
diluar bidang kanvas ujung batas
mungkin kelopak bunga sedang mengawasiku dari sana

aku melukis kelopak kamboja
mencari diri, mengukuhkan diri
menghilangkan diri diantara kelopak bunga
kita tidak kemana,….hanya diantara kelopak bunga

 

 


Marhaban

marhaban ya romadhan
marhaban ya romadhan
marhaban ya romadhan

bulan suci,..
datangya terus
dari generasi ke generasi
dalam setiap zaman yang terus berubah
dalam perubahan, bulan suci terus datang

1436 h,..setengah perjalanan sudah
kitab suci terus dilantunkan
kitab suci terus di kaji
meski zaman me makan zaman
bulan suci terus mencari fitrah,….