Salam ya rab, pencipta alam semesta, pencipta manusia, salam bagimu rosul ahmad, para wali sholeh.
Salam sembah sujud, salam takzim padamu gemerlap bintang di malam yang diam. Mesti bintang-bintang tak terlihat, mereka hadir di malam ini.
Uban
Sekian tahun mencariMu
Rambut mulai beruban
Menandakan waktu terus menanda >> Selengkapnya
Suci
Suci, dia dimana
Suci, dambaan pujangga dunia
Suci, kisanya pilu itulah bahagia >> Selengkapnya
Sunyi di Atas Pelana Kuda
Sunyi pagi ini
seperti sawah tanpa air
Sunyi pagi ini
seperti padi dimakan ulat
Sunyi pagi ini
bagai rebana tanpa suara
Sunyi pagi ini
bak lukisan tanpa warna
Sunyi pagi ini
seperti mentari berjalan tanpa cahaya
Sunyi oh sunyi ,…dialah teman duka para nabi
Sayatnya kebodohan dungu manusia
bermanja, bernegosiasi dengan syetan dimana mana
Sunyi adalah ratapan …..seperti kekasih kehilangan kasih tak sampai pada Tuhanya
merindu menyatu dalam abadinya
Ramai,..dimana dia berada
ditengah umat atau asing dalam dirinya
kemana panduan hakiki tentang perjalanan kekasih
jika dia lepas dari induk ruhnya
oh betapa malang,….manusia yang sibuk mencari pembenaran dan pujian kebodohan
gelap dianggap cahaya,…syetan dianggap Tuhan,,,kesenangan nafsu dianggap kebahagiaan hakiki
wahai cahaya diatas cahaya, kuadukan dukaku di tengah rintih penat para ksatria
jika kau simak benar ucapan manusia suci,..kita diam pasang pelana kuda-kuda dunia
Kelopak Bunga
aku melukis bunga
bunga di kelopak mataku
kuasnya kemana mana
mencari garis tengah
pusat segala duka
aku melukis kelopak bunga
daun daun mengelilinginya
satu helai keatas, kebawah dan kesamping
memadati area kelopak bunga
aku melukis bunga
bunganya kamboja
hanya dua kelopak bunga
sulit kepayang menangkap ajaibnya
bunga dan aku saling berpandangan
aku mabuk ditariknya atau aku mengawasinya
aku tidak tahu kemana lagi aku mencarinya
diluar bidang kanvas ujung batas
mungkin kelopak bunga sedang mengawasiku dari sana
aku melukis kelopak kamboja
mencari diri, mengukuhkan diri
menghilangkan diri diantara kelopak bunga
kita tidak kemana,….hanya diantara kelopak bunga
Marhaban
marhaban ya romadhan
marhaban ya romadhan
marhaban ya romadhan
bulan suci,..
datangya terus
dari generasi ke generasi
dalam setiap zaman yang terus berubah
dalam perubahan, bulan suci terus datang
1436 h,..setengah perjalanan sudah
kitab suci terus dilantunkan
kitab suci terus di kaji
meski zaman me makan zaman
bulan suci terus mencari fitrah,….
Sejarah
sejarah
aku sedang mengumpulkan keping masa silam
dari artefak, dongeng, dan catatan
kupungut disana sini
kuanyam tidak kemana
kukunyah semakin tiada
sejarah
bunyi,.. bunyi sunyi
nada pahit, hitam dan aroma kebanggan
sejarah,
cara alquran bercerita,…
dari sejarah,…kita bocah tak tau arah
pongah hendak kemana, mana
dari sejarah,…cukup sudah,..
bengkok jadi lurus,…
tak akan kemana, mana
jika sejarah adalah fakta
Ramadhan Lagi
ramadhan
kau datang lagi
membawa kesempatan kepada kami
untuk berkaca pada diri
di tengah perjalan
tidak kebelakang dan kedepan
oh ramadhan
kau kaca, pantulkan usia
kau kaca, mengasah sukma
kau kaca, mengajak ke fitri
kau kaca, setia pada tuanya
ramadhan,…sungguh berkah illahi
1436 H,..2015
Tulisan
Burung pagi kembali berkicau
Jangkrik kecil segera tidur
Matahari ancang-ancang menyapa
Jiwaku mulai bersemi lagi >> Selengkapnya
Syukur
Aku bersyukur kepad dzat yang Agung
AKu bertawajuh kepada zat yang tidak pernah terlintas pikiran
Aku mengenalnya dengan keterbatasan
Aku mengukuhkan dengan akal dan kesaksian
Aku tunduk dan patuh tanpa syarat
Aku mengkuti kehendaknya, dengan ikhtiar
Aku terima cobaanya dengan sabar
Aku tidak mau berpaling darinya barang sekejap
Aku hina, Dialah yang paling mulia
Aku tiada,Dialah yang sebenarnya ada
Tiada hidup sebaik ratapan pada kekasihya
Tiada kekasih selain meyerahkan kepada sang pemilik
Tiada hari yang paling indah selain menjalani hari bersamanya
Tiada cinta terindah, selain memandang keindahanya
Penderitaan adalah usaha manusia menjauhinya
Menjauhinya adalah seburuk-buruhknya mahluk
Berbagahagialah orang yanng bersama dengan rahasia takdir
Berkehendak dengan ijinya, berbuat dengan kehendaknya, berpikir dengan
menyebut namanya, merasakan dengan dikte batin darinya, berkata benar seusai penjelasaaNya