Diam…aku ingin diam seribu jam
Diam…aku ingin mengikuti tenggelam
Diam…aku ingin menjadi langit dan bumi >> Selengkapnya
Do’a
Malam senyum, membuka tanda gelap
Malam merangkak, mencari panduan
Malam tak seperti biasa, seperti hari-hari lewat
Malam syahdu, bunga-bunga tidur
Aku mendengar do’a sayup sayup tenang
Pujianya mengelus dada
Mengajak menaiki mega-mega angkasa
Aku berteman dengan do’a
Akrab seperti tongkat berdiri
Do’a,…senjata kaum papa
Do’a..pelipir lara
Do’a ..penghalus rasa
Do’a .pengantar rasa
Do’a perantara berbicara dengan Tuhanya
Do’a penghancur batu hati, pencair kegelapan
Do’a adalah cahaya
Itrah
kubaca para itrah nabi
kurajut cerita dari rahasia ilmu dan perlawanan
jalanya bukan jalan biasa
menelusurinya mudah
mengikutinya, seperti memindahkan gunung
menjauhinya seperti menghadapi bencana disengaja
di dalam dirinya berisi cerita ilmu masa lalu dan masa depan
halal dan haram nampak jelas
memahami arah sejarah seperti berjalan kedalam diri
apa yang kabur, jika yang ada hanya cahaya
apa saja yang gelap, adalah jauhnya cahaya darinya
menemukan jalan adalah tugas tiap manusia
memilih jalan adalah beriringya Islam dan iman
Islam tidak selalu iman,
iman lebih tinggi dari Islam, keduanya beriringan
Bencana
Logos dan Citra
Satu yang kemungkinan pasti, syahadad pertama dan kedua
Pertama adalah keesaan Tuhan, sumber metafisika Islam
Kedua, insan kamil, citra alam raya dan manusia
Kesaksian pertama, adalah perealisasian pengetahuan dan wujud
Kisahnya berawal dari kesadaran tak biasa, diakhiri dengan penyaksian syahadat pertama
Insan kamil; kunci membuka alam semesta dan logos dari diri manusia
Citra itu benih bagi pohon, ranting dan daun, juga manifestasi alam
Syahadah kaum sufi inilah panduan ilmuwan muslim abad pertengahan
Meneliti alam, adalah mengumpulkan bukti dan fakta
Pada momen itu tanda-tanda Tuhan dibaca
Mengumpulkan dengan teori dan logika
Sedang tanda-tanda menjadi hakekat sebagai tujuan sebenarnya
Teori dan logika turun bersamaan dengan akal dan intuisi
Kedua perangkat tidak bisa dipisahkan secara hakiki
Keduanya hanya terbaca pada metode
Lalu semua itu harus dinamakan apa?
Manifesto terkesan ideologis, Metode terkesan bukan sebenarnya
Ide dan doktrin mungkin inilah pertengahan
Saya tidak tahu, apa Seyyed Hosein Nasr setuju…
Cermin
pagi, suara-suara burung merdu
kicaunya menyayang tetangga
sedang tuanya pergi bekerja
sautan satu satu, membentuk pujian pagi
langit mendung, mungkin nanti hujan
matahari diam
oh betapa nikmatnya pagi
bekas anugerah malam terasa tersisa
kupungut dengan hati-hati
dengan sedekah ilmu yang masih malu
kumemandang diri, kapan cermin segera terbuka
tiga wajah menghadap-satu ke alam, satu ke diri, satu ke Tuhan
Tak perlu ragu berterima kasih pada Tuhan
Dia esa, tempat segala hitungan manifestasi bermula
Dia awal, sekaligus akhir, karena selainya hanya bayang Nya
Dia mirip, tapi bukan Dia
Dia bukan Dia, adalah cara manusia meneneguhkanNYA
jadilah seperti Dia, karena Dia suci, jadilah yang selalu dekat…
Keindahan adalah barangsiapa mendekat
Keburukan barangsiapa menjauh
jadilah penyayang alam, jadilah penyayang sesama
kita adalah cermin, jadilah cermin
Wajah
Ya illahi, ya rasul, dua kalimat sakti
Kesaksian selain-Mu hanya bayang
Insan Kamil
Cahayanya- Kesaksian dunia asli, wujud mode manusia
Melalui dua pernyataan, dan penyerahan
Taslim dari agama
Total penyerahan diri
Batinya dunia dan manusia
Adalah batinya agama
Sumber energi penyelamat rusaknya alam dhohir
Batin dari setiap keaslian agama
Agama dimana saja
Teropong kesatuan agama transenden
Ya Allah, sumber kejelasan fana dari fana
Pancuran pengetahuan
Tempat semua jiwa ras manusia berkembang
Allah, kumpulan segala jeni dzat dan sifat
Suci dari pikiran dan imaji
Diungkapkan dengan perumpamaan
Dibesarkan dari segala yang bukan terbatas
Hidup melaluinya, hidup dengaNya
Hidup dengan menjauh, terus menyucikanYA
Barangsiapa menjauh, tanpa bersamaNya,
Adalah terus mendekat pada benda
Terus mendekat, hingga menjadi benda
Menjadi keterbatasan mutlak
Menjadi aneka rupa, mati dan absurd
Inilah bencana sebenarnya, menutup dari kebenaran
Hidup melalui dan terus mensucikan Allah
Adalah sebaik cahaya, karena makin dekat dengan fitrah dirinya
Mendekat ke titik pusat, dan dalam edaran jaring laba-laba
Kemana pun kita menghadap, disitu ada wajah Allah
Kemana lagi hidup terus mengelana
Jika tarikan cinta adalah sebaik gaya hidup
Nyanyian sunyi
Senin, 5 januari 2015
Nyanyian sunyi mengolah pendulum
Menanti keajaiban, menawarkan keagungan
Menyisir bekas-bekas ingatan
Ada apa dengan sunyi?
Tiba –tiba datang menebar kepastian
Datangnya dari tenggelamnya pemahaman
Adakah dia petanda kebenaran akan berjalan menemukan bentuk lingkaran bulat?
Aku tidak tahu, aku tidak bermimpi, aku ditengah penelitian
Diujung kesimpulan,….
Apakah diantara kesimpulan ada jawaban awal
Mengarah kedepan, sebuah tongkat estafet cerita kenabian?
Jika ia, maka kewajiban adalah filsafat yang hidup yang berat
Jembatan tipis, susah ditempuh, jika sedikit menengok ke kanan, ke kiri apalagi
Berpikir kembali kebelakang,…maka akan jatuh pada penyesalan akut
Wahai jiwa yang sempurna, wahai jiwa universal, wahai kebenaran yang Satu
Engkau tidak bisa ditulis, jika kata mengikutimu, hanya menjadi pelukis diatas air laut
Jika air itu diminum, maka kita akan menjadi samudera,..dimana lukisan itu?
Tidak ada lagi seniman, tidak ada lagi tuntutan hak-hak yang tak terpenuhi
Yang ada adalah kewajiban musafir yang berjalan di padang sahara,
Mengajak umat mengikuti dibelakang perjalananya,…
Syahadad
Satu yang kemungkinan pasti, syahadad pertama dan kedua
Pertama adalah keesaan Tuhan, sumber metafisika Islam
Kedua, insan kamil, citra alam raya dan manusia
Kesaksian pertama, adalah perealisasian pengetahuan dan wujud
Kisahnya berawal dari kesadaran tak biasa, diakhiri dengan penyaksian syahadat pertama
Insan kamil; kunci membuka alam semesta dan logos dari diri manusia
Citra itu benih bagi pohon, ranting dan daun, juga manifestasi alam
Syahadah kaum sufi inilah panduan ilmuwan muslim abad pertengahan
Meneliti alam, adalah mengumpulkan bukti dan fakta
Pada momen itu tanda-tanda Tuhan dibaca
Mengumpulkan dengan teori dan logika
Sedang tanda-tanda menjadi hakekat sebagai tujuan sebenarnya
Teori dan logika turun bersamaan dengan akal dan intuisi
Kedua perangkat tidak bisa dipisahkan secara hakiki
Keduanya hanya terbaca pada metode
Lalu semua itu harus dinamakan apa?
Manifesto terkesan ideologis, Metode terkesan bukan sebenarnya
Ide dan doktrin mungkin inilah pertengahan
Saya tidak tahu, apa Seyyed Hosein Nasr setuju…
25/1/014
Munafik
Kita hidup, berbicara, membaca, marah dan sabar
Kita pongtang panting mencari pembenaran apapun
Kita dipojok, ditengah dan di depan
Kita di semak belukar, bersembunyi dari diri sendiri
Kita jujur hari ini, besok kita paki topeng lagi
Kita tobat, tapi terus melakukan dosa-dosa kecil
Kita iman setengah mati, sedetik kemudian kufur
Kita bilang hidup ini dan itu, tapi kita hanya korban keadaan
Kita merasa menemukan kebenaran, besoknya kita hitung kesalahan
Kita mencaci kezoliman, pada saat yang sama kita tidak adil
Kita penceramah, sekaligus penjaja nafsu
Kita setia kebenaran, sekaligus menjadi penjilat penguasa
Kita merasa menggenggam agama, tapi jadi budak logika
Hentikan semua, ……
Karena nabi tidak seperti itu