Browsing posts in: Puisi

Diam

Diam…aku ingin diam seribu jam
Diam…aku ingin mengikuti tenggelam
Diam…aku ingin menjadi langit dan bumi >> Selengkapnya


Do’a

Malam senyum, membuka tanda gelap

Malam merangkak, mencari panduan

Malam tak seperti biasa, seperti hari-hari lewat

Malam syahdu, bunga-bunga tidur

 

Aku mendengar do’a sayup sayup tenang

Pujianya mengelus dada

Mengajak menaiki mega-mega angkasa

Aku berteman dengan do’a

Akrab seperti tongkat berdiri

 

Do’a,…senjata kaum papa

Do’a..pelipir lara

Do’a ..penghalus rasa

Do’a .pengantar rasa

 

Do’a perantara berbicara dengan Tuhanya

Do’a penghancur batu hati, pencair kegelapan

Do’a adalah cahaya

 

 

 

 

 


Itrah

kubaca para itrah nabi

kurajut cerita dari rahasia ilmu dan perlawanan

jalanya bukan jalan biasa

menelusurinya mudah

mengikutinya, seperti memindahkan gunung

menjauhinya seperti menghadapi bencana disengaja

di dalam dirinya berisi cerita ilmu masa lalu dan masa depan

halal dan haram nampak jelas

memahami arah sejarah seperti berjalan kedalam diri

apa yang kabur, jika yang ada hanya cahaya

apa saja yang gelap, adalah jauhnya cahaya darinya

menemukan jalan adalah tugas tiap manusia

memilih jalan adalah beriringya Islam dan iman

Islam tidak selalu iman,

iman lebih tinggi dari Islam, keduanya beriringan

 

 

 


Bencana

8 januari 014

 

Bencana?

Bagai onak di perut laut

Gelombang menggocang nggoncang >> Selengkapnya


Logos dan Citra

Satu yang kemungkinan pasti, syahadad pertama dan kedua

Pertama adalah keesaan Tuhan, sumber metafisika Islam

Kedua, insan kamil, citra alam raya dan manusia

Kesaksian pertama, adalah perealisasian pengetahuan dan wujud

Kisahnya berawal dari kesadaran tak biasa, diakhiri dengan penyaksian syahadat pertama

 

Insan kamil; kunci membuka alam semesta dan logos dari diri manusia

Citra itu benih bagi pohon, ranting dan daun, juga manifestasi alam

 

Syahadah kaum sufi inilah panduan ilmuwan muslim abad pertengahan

Meneliti alam, adalah mengumpulkan bukti dan fakta

Pada momen itu tanda-tanda Tuhan dibaca

 

Mengumpulkan dengan teori dan logika

Sedang tanda-tanda menjadi hakekat  sebagai tujuan sebenarnya

Teori dan logika turun bersamaan dengan akal dan intuisi

Kedua perangkat tidak bisa dipisahkan secara hakiki

Keduanya hanya terbaca pada metode

 

Lalu semua itu harus dinamakan apa?

Manifesto terkesan ideologis, Metode terkesan bukan sebenarnya

Ide dan doktrin mungkin inilah pertengahan

Saya tidak tahu, apa Seyyed Hosein Nasr setuju…


Cermin

pagi, suara-suara burung merdu
kicaunya menyayang tetangga
sedang tuanya pergi bekerja

sautan satu satu, membentuk pujian pagi
langit mendung, mungkin nanti hujan
matahari diam
oh betapa nikmatnya pagi
bekas anugerah malam terasa tersisa
kupungut dengan hati-hati
dengan sedekah ilmu yang masih malu
kumemandang diri, kapan cermin segera terbuka
tiga wajah menghadap-satu ke alam, satu ke diri, satu ke Tuhan

Tak perlu ragu berterima kasih pada Tuhan
Dia esa, tempat segala hitungan manifestasi bermula
Dia awal, sekaligus akhir, karena selainya hanya bayang Nya
Dia mirip, tapi bukan Dia
Dia bukan Dia, adalah cara manusia meneneguhkanNYA

jadilah seperti Dia, karena Dia suci, jadilah yang selalu dekat…
Keindahan adalah barangsiapa mendekat
Keburukan barangsiapa menjauh
jadilah penyayang alam, jadilah penyayang sesama
kita adalah cermin, jadilah cermin


Wajah

Ya illahi, ya rasul, dua kalimat sakti

Kesaksian selain-Mu hanya bayang

Insan Kamil

Cahayanya- Kesaksian dunia asli, wujud mode manusia

Melalui dua pernyataan, dan penyerahan

Taslim dari agama

Total penyerahan diri

 

Batinya dunia dan manusia

Adalah batinya agama

Sumber energi penyelamat rusaknya alam dhohir

Batin dari setiap keaslian agama

Agama dimana saja

Teropong kesatuan agama transenden

 

Ya Allah, sumber kejelasan fana dari fana

Pancuran pengetahuan

Tempat semua jiwa ras manusia berkembang

 

Allah, kumpulan segala jeni dzat dan sifat

Suci dari pikiran dan imaji

Diungkapkan dengan perumpamaan

Dibesarkan dari segala yang bukan terbatas

 

Hidup melaluinya, hidup dengaNya

Hidup dengan menjauh, terus menyucikanYA

 

Barangsiapa menjauh, tanpa bersamaNya,

Adalah terus mendekat pada benda

Terus mendekat, hingga menjadi benda

Menjadi keterbatasan mutlak

Menjadi aneka rupa, mati dan absurd

 

Inilah bencana sebenarnya, menutup dari kebenaran

 

Hidup melalui dan terus mensucikan Allah

Adalah sebaik cahaya, karena makin dekat dengan fitrah dirinya

Mendekat ke titik pusat, dan dalam edaran jaring laba-laba

Kemana pun kita menghadap, disitu ada wajah Allah

Kemana lagi hidup terus mengelana

Jika tarikan cinta adalah sebaik gaya hidup

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Nyanyian sunyi

Senin, 5 januari 2015

Nyanyian sunyi mengolah pendulum

Menanti keajaiban, menawarkan keagungan

Menyisir bekas-bekas ingatan

 

Ada apa dengan sunyi?

Tiba –tiba datang menebar kepastian

Datangnya dari tenggelamnya pemahaman

Adakah dia petanda kebenaran akan berjalan menemukan bentuk lingkaran bulat?

Aku tidak tahu, aku tidak bermimpi, aku ditengah penelitian

Diujung kesimpulan,….

Apakah diantara kesimpulan ada jawaban awal

Mengarah kedepan, sebuah tongkat estafet cerita kenabian?

 

Jika ia, maka kewajiban adalah filsafat yang hidup yang berat

Jembatan tipis, susah ditempuh, jika sedikit menengok ke kanan, ke kiri apalagi

Berpikir kembali kebelakang,…maka akan jatuh pada penyesalan akut

 

Wahai jiwa yang sempurna, wahai jiwa universal, wahai kebenaran yang Satu

Engkau tidak bisa ditulis, jika kata mengikutimu, hanya menjadi pelukis diatas air laut

 

Jika air itu diminum, maka kita akan menjadi samudera,..dimana lukisan itu?

Tidak ada lagi seniman, tidak ada lagi tuntutan hak-hak yang tak terpenuhi

Yang ada adalah kewajiban musafir yang berjalan di padang sahara,

Mengajak umat mengikuti dibelakang perjalananya,…

 


Syahadad

Satu yang kemungkinan pasti, syahadad pertama dan kedua

Pertama adalah keesaan Tuhan, sumber metafisika Islam

Kedua, insan kamil, citra alam raya dan manusia

Kesaksian pertama, adalah perealisasian pengetahuan dan wujud

Kisahnya berawal dari kesadaran tak biasa, diakhiri dengan penyaksian syahadat pertama

Insan kamil; kunci membuka alam semesta dan logos dari diri manusia

Citra itu benih bagi pohon, ranting dan daun, juga manifestasi alam

 

Syahadah kaum sufi inilah panduan ilmuwan muslim abad pertengahan

Meneliti alam, adalah mengumpulkan bukti dan fakta

Pada momen itu tanda-tanda Tuhan dibaca

 

Mengumpulkan dengan teori dan logika

Sedang tanda-tanda menjadi hakekat  sebagai tujuan sebenarnya

Teori dan logika turun bersamaan dengan akal dan intuisi

Kedua perangkat tidak bisa dipisahkan secara hakiki

Keduanya hanya terbaca pada metode

 

Lalu semua itu harus dinamakan apa?

Manifesto terkesan ideologis, Metode terkesan bukan sebenarnya

Ide dan doktrin mungkin inilah pertengahan

Saya tidak tahu, apa Seyyed Hosein Nasr setuju…

25/1/014


Munafik

Kita hidup, berbicara, membaca, marah dan sabar
Kita pongtang panting mencari pembenaran apapun
Kita dipojok, ditengah dan di depan
Kita di semak belukar, bersembunyi dari diri sendiri
Kita jujur hari ini, besok kita paki topeng lagi
Kita tobat, tapi terus melakukan dosa-dosa kecil
Kita iman setengah mati, sedetik kemudian kufur
Kita bilang hidup ini dan itu, tapi kita hanya korban keadaan
Kita merasa menemukan kebenaran, besoknya kita hitung kesalahan
Kita mencaci kezoliman, pada saat yang sama kita tidak adil
Kita penceramah, sekaligus penjaja nafsu
Kita setia kebenaran, sekaligus menjadi penjilat penguasa

Kita merasa menggenggam agama, tapi jadi budak logika
Hentikan semua, ……
Karena nabi tidak seperti itu