Browsing posts in: Puisi

Dalam Barzah

 

Ya Syekh al- Akbar,
para pemerhati dunia menyebutmu
aku pun tersedot membaca penjelasanmu
hidup adalah barzah
kunci kebahagiaan manakala imajinasi lebih luas daripada akal
akal hanya sampai mengenal, tidak memahami
imajinasi melihat, tanpa memahami
keduanya adalah kunci hidup ini

tak ada bahasa yang keluar dari Tuhan
karena tidak ada sesuatupun yang keluar dari “ada”
bahasa hanya mengenal ketidaksebandiNya
sedang bentuk Tuhan keluar dalam manifesatasi imajinasi (mitsal)
akal hanya meneguhnya bahwa hasil tajalli adalah bukan al-haqq

karena tak ada sesuatu yang sebanding denganYA

akal dan imajinasi, dua pintu pemberian sang al-haqq
tak ada akal yang murni terisolasi dari imajinasi
tak ada imajinasi yang murni keluar dari akal

nafas arrahman keluar dalam imajinasi
membentuk pikiran dan perilaku
jiwa akan bangkit sesuai dengan bentuk pikiran
jiwa akan bangkit sesuai dengan perilaku

jiwa yang satu berasal dari tanzih dan tasbih
jiwa yang satu hasil akal, imajinasi dan serapan indera

wahai engkau sang al-haqq, menyembulah dalam setia doaku
sungguh memikirkan selainmu adalah haram


Mimpi Sekejap

 

mataku menyaksikan fotoku
fotoku masuk dalam benaku melalui retina
engkau wahai fotoku
engkau tersimpan dalam setiap memori

tiada hari tanpa meminang diriku
tiada hari tanpa menyaksikan diriku
tiada saat lepas dari diriku
wahai engkau yang diriku hidup
kaulah jiwaku

kau menyembur bersama tubuh dan seluruh inderaku
kau berjalan menuju sang pemilik
tubuhku ingin menikmati tabiat rendah
hidup adalah menggerakan indera
dan gerak adalah jiwa tanpa jeda
yang lalu tak pernah hilang, yang sekarang dan nanti
adalah diriku dalam wujud berganti ganti

kaulah diriku, yang selalu berjubah wujud yang baru
kaulah burung yang merindukan awan
kaulah awan tanpa gangguan burung
jika kematian tiba, masuklah diriku dalam mimpi panjang
jika panjangnya mimpiku adalah ketakutanku sekarang
kata-kata ini hanyalah diriku yang menyaksikan tubuh yang disiksa
jika tak ada ketakutan pada tubuhku, maka jiwa akan tidur dalam sekejap
jika mimpiku hanya sekejap kelak
maka aku merasakan kebahagiaan tertinggi di dunia ini

mimpi sekejap adalah dambaan pemburu insan kamil


Kunci Mimpi

 

Imaji bukan khayal
imaji adalah daya
imaji adalah mistal
imaji adalah presepsi kekuatan hati

mimpi, seperti hidup tanpa daya
mimpi, seperti peristiwa tanpa usaha
mimpi, seperti sisa-sisa resah
mimpi, sepertinya banyak tidak berguna

bukan, mimpi adalah mizan
mimpi adalah timbangan dua alam
kualitas hidup ditentukan kualitas mimpi
mimpi adalah wahana segala simbol menyembul
simbol adalah kenyataan paling nyata
materi adalah kenyataan paling abstrak

dekatilah yang nyata
jauhi bayangan
bayangan adalah hasil indera
tempat terlemah pintu neraka

kata selalu tertinggal mengikuti makna
kata selalu terseok mengikuti yang nyata
hentikan imajinasi indera
karena indera tempatnya barang haram
jauhi yang haram, jauhi subhat
dan berlarilah menuju kepatuhan
syariat adalah ilmu tertinggi filsafat
syariat adalah timbangan hati dan akal
karena tubuh adalah simbol untuk mengaitkan dunia
tanpa kaitan, kita seperti buih di padang pasir
tak tau rimba, dan menjadi budak absurd


Akal Tuhan adalah Kesucian

 

jalan itu ada
dialah penawar sukma
jalan itu ada
dialah penyembul nurani purba
dialah benar-benar ada
nasibnya bukan tempat pelipur duka

hati, seikat senyum yang diremehkan
hati, seonggok daging yang dianggap basi
hati, tempat segala kekalahan
wadah air mata dan kebingungan

bukan,,,,bukan
hati adalah ajaib
dia lebih nyata dibanding akal
dia lebih menentukan dalam setiap ibadah
dia pengayom keliaran nalar
dia penyejuk jiwa yang terbakar

hati adalah bashir
wakil dari ujung akal, imagi dan indera
wakil dari masa lalu terdalam
lampu di gelap alam semesta

tak ada yang pahami akal Tuhan
tanpa kehadiran bashir
akal Tuhan adalah yang disifati
sedang Tuhan adalah ahadiyah
akal Tuhan adalah perbuatan dan kehendakNya
sedang perbuatan dan kehendakNya adalah kesempurnaanya
Akal Tuhan adalah ilmunya
sedang ilmu-Nya adalah hudhuri
akal Tuhan tidak terpaksa untuk berbuat
akal Tuhan tidak bermula untuk memulai
akal Tuhan adalah suci dari segala akal manusia


Bergerak dengan Sepeda

siang hari mengusir duka

bahanya dari anyaman embun sisa
sial saja gundah makin menganga
karena iba bukan seikat hadiah

>> Selengkapnya


Martin Heidegger (1889-1976)

waktu lampau sejenak
filsuf itu gelisah, frustasi sejarah akal dipecah pecah
nurani purbanya terpanggil, dengan kuas Nietche, sang pengebrak peruntuh sang “ada”
dia susun proposal tentang berpikir ala puisi
tak mau disebut puisi, sebut saja merasakan ada

>> Selengkapnya


Temaram Bulan

pada suatu ketika
tali tersambung dengan mega
hati bercampur dengan kilat langit
gemuruh gaduh disana bak purnama diam
aku melesat ke angkasa dengan satu kepakan
sayang,.. terpelanting jatuh dihempas topan asing

hati siapa yang tak tergores
jika bulan kembali temaran


Marah yang Sabar

aku ingin marah, membanting kaca-kaca retak
aku ingin meninju, melempar wajahmu yang penuh beludru
aku sabar, katanya dunia memihak pada yang benar
aku diam, katanya semesta penuh curahan

>> Selengkapnya


Serpihan Cinta

 

wahai kekasih perlambang yang jauh disana
wahai kekasih yang dekat dengan mata
wahai kekasih yang denganmu aku memangku yang lalu
wahai kekasih yang hanya hujan menemanimu
wahai kekasih yang menahan kesedihan dunia ini

>> Selengkapnya


Waktu yang Sempurna

Mengalami waktu seperti terbang tanpa jejak
Memahami waktu, memindai tiap gerak
wahai sang waktu, dimana kau berada?
jika kau tak ada, untuk apa bumi terus berputar

waktu, kaulah kesadaran
waktu kau ada dalam seluruh gerakan
adakah waktu tanpa titik titik
adakah waktu, yang dia berjalan tanpa semesta materi

jika ada, kaulah akal universalku, jika ada kaulah yang bersemayam dalam mimpiku
jika ada, kaulah gerak ruhani murniku
wahai sang waktu, kaulah penanda kesedihan, seperti awan yang bergerak cepat

dialah diam tanpa kata, kaya makna
dialah tangis saat bashir menyaksikan alam sebenarnya
dialah orang paling tertindas yang senjatanya hanya doa
dialah yang kata-katanya adalah hakekat perbuatanya
dialah yang selalu hidup menyaksikan ghaib dari yang paling ghaib
dialah penyembah Allah tanpa selainya
dialah yang wadah ruhaninya mampu tampung seluruh nama-namnya
dialah golongan para muwahid sempurna