Browsing posts in: Puisi

Jujur

jujur hatiku gundah
segundah itik kehilangan induk
jujur pikirku kacau >> Selengkapnya




Sihir

pagi menelan mega
cahaya mentari tertarik ke angkasa
burung-burung putih menjauh >> Selengkapnya



Sahabat

betapa sejuk sahabatku
dia duduk dipisahkan kayu dan kaca
ada suara berserak, itulah kertas di jemarinya
duduknya seperti bu guru
kecil mungil parasnya

kucari dalam album riwayatnya
oh ternyata dia dari pondok negeri timur
bahasanya kecil nyaring meletup
oh betapa indah jika sudah berkata kata
dengan bahasa yang dipakai almustofa sang nabi nun jauh disana

dia rajin menghiasi meja
dengan premen dengan aroma dan rupa warna
hatinya seperti putri jelita dari kawasan rawa rawa katanya
oh sungguh elok bila bekerja,…diam seperti bunga sedap rasa
bila sore tiba,….
dia lincah menyusur jakarta, pulang ke peraduanya

oh sungguh malu, bila aku menyakitinya
karena dia sahabat yang ditugaskan Tuhan untuk mengajarkan bahasa kitab suci
jangan coba menerkanya-karena dia gampang di duga- itulah keunikanya


jalan

sungguh nikmat pagi
bila kopi menjadi langit
bila air putih menjadi gunung salju >> Selengkapnya



Waktu dan Tempat

Puji Syukur kupanjatkan kepadaMu
Puja dan Puji syukur nikmat yang kau beri
Tidak ada hari tanpa memujiMu
Tanpa hari maka tanpa pujian

Kau begitu indah
dimana-mana indah
sahabat-sahabat Kau pertemukan
saling bertanya, saling menjawab

Ya rab,…Kau anugerahkan malam dan siang
ciptakan bintang, alam dan manusia

Suatu hari kemaren bertemu
dengan sahabat dan kawan dekat
bercerita dalam perjamuan kognitif
sedang sahabat yang satu bercerita tentang millah Ibrahim

Keduanya menjadi petanda tentang diri dan zaman
ya, antara Semarang dan Sumber
Satu kota di salah satu negeri, sedang satunya satu desa tempat kelahiranku
dimana dan kemana
tiap tempat dan waktu adalah mukjizat


Hati dan Tuanya

Hatiku kian dekat
Dengan kehendakNya
Hatiku tertata
mengikut pada tuanya
Hatiku damai
Dengan akal yang setia menemani
Hatiku,…wahai hati dimana saja
Sambungkan selalu pada pemilik hati
Hubungkan aku dengan hati-hati yang lain
menuju tali tali tersambung
tanpa putus
seperti air yang mengalir
dari laut hingga sungai-sungai kelok-kelok dimana saja

Hati dan akal -panduan kebahagiaan
dua sejoli
bagai rajawali dan bumi
diam dan terbang
bumi dan angkasa
satu kata: hati yang selalu taat pada tuanya