jujur hatiku gundah
segundah itik kehilangan induk
jujur pikirku kacau >> Selengkapnya
Cinta Pahit
timbul tenggelam
sesak di dada
manis di rasa >> Selengkapnya
Ramadhan di 2016
telah datang lagi puasa
dendang gembira tak terkira
sahutan adzan dimana mana >> Selengkapnya
Sihir
pagi menelan mega
cahaya mentari tertarik ke angkasa
burung-burung putih menjauh >> Selengkapnya
Letih
jika letih
pagi menjadi ringkih
jika bosan >> Selengkapnya
Sahabat
betapa sejuk sahabatku
dia duduk dipisahkan kayu dan kaca
ada suara berserak, itulah kertas di jemarinya
duduknya seperti bu guru
kecil mungil parasnya
kucari dalam album riwayatnya
oh ternyata dia dari pondok negeri timur
bahasanya kecil nyaring meletup
oh betapa indah jika sudah berkata kata
dengan bahasa yang dipakai almustofa sang nabi nun jauh disana
dia rajin menghiasi meja
dengan premen dengan aroma dan rupa warna
hatinya seperti putri jelita dari kawasan rawa rawa katanya
oh sungguh elok bila bekerja,…diam seperti bunga sedap rasa
bila sore tiba,….
dia lincah menyusur jakarta, pulang ke peraduanya
oh sungguh malu, bila aku menyakitinya
karena dia sahabat yang ditugaskan Tuhan untuk mengajarkan bahasa kitab suci
jangan coba menerkanya-karena dia gampang di duga- itulah keunikanya
jalan
sungguh nikmat pagi
bila kopi menjadi langit
bila air putih menjadi gunung salju >> Selengkapnya
Guru
Sang guru
Berjalan seperti pejalan
Sang guru >> Selengkapnya
Waktu dan Tempat
Puji Syukur kupanjatkan kepadaMu
Puja dan Puji syukur nikmat yang kau beri
Tidak ada hari tanpa memujiMu
Tanpa hari maka tanpa pujian
Kau begitu indah
dimana-mana indah
sahabat-sahabat Kau pertemukan
saling bertanya, saling menjawab
Ya rab,…Kau anugerahkan malam dan siang
ciptakan bintang, alam dan manusia
Suatu hari kemaren bertemu
dengan sahabat dan kawan dekat
bercerita dalam perjamuan kognitif
sedang sahabat yang satu bercerita tentang millah Ibrahim
Keduanya menjadi petanda tentang diri dan zaman
ya, antara Semarang dan Sumber
Satu kota di salah satu negeri, sedang satunya satu desa tempat kelahiranku
dimana dan kemana
tiap tempat dan waktu adalah mukjizat
Hati dan Tuanya
Hatiku kian dekat
Dengan kehendakNya
Hatiku tertata
mengikut pada tuanya
Hatiku damai
Dengan akal yang setia menemani
Hatiku,…wahai hati dimana saja
Sambungkan selalu pada pemilik hati
Hubungkan aku dengan hati-hati yang lain
menuju tali tali tersambung
tanpa putus
seperti air yang mengalir
dari laut hingga sungai-sungai kelok-kelok dimana saja
Hati dan akal -panduan kebahagiaan
dua sejoli
bagai rajawali dan bumi
diam dan terbang
bumi dan angkasa
satu kata: hati yang selalu taat pada tuanya