Browsing posts in: Puisi

Wajah

Ya illahi, ya rasul, dua kalimat sakti

Kesaksian selain-Mu hanya bayang

Insan Kamil

Cahayanya- Kesaksian dunia asli, wujud mode manusia

Melalui dua pernyataan, dan penyerahan

Taslim dari agama

Total penyerahan diri

 

Batinya dunia dan manusia

Adalah batinya agama

Sumber energi penyelamat rusaknya alam dhohir

Batin dari setiap keaslian agama

Agama dimana saja

Teropong kesatuan agama transenden

 

Ya Allah, sumber kejelasan fana dari fana

Pancuran pengetahuan

Tempat semua jiwa ras manusia berkembang

 

Allah, kumpulan segala jeni dzat dan sifat

Suci dari pikiran dan imaji

Diungkapkan dengan perumpamaan

Dibesarkan dari segala yang bukan terbatas

 

Hidup melaluinya, hidup dengaNya

Hidup dengan menjauh, terus menyucikanYA

 

Barangsiapa menjauh, tanpa bersamaNya,

Adalah terus mendekat pada benda

Terus mendekat, hingga menjadi benda

Menjadi keterbatasan mutlak

Menjadi aneka rupa, mati dan absurd

 

Inilah bencana sebenarnya, menutup dari kebenaran

 

Hidup melalui dan terus mensucikan Allah

Adalah sebaik cahaya, karena makin dekat dengan fitrah dirinya

Mendekat ke titik pusat, dan dalam edaran jaring laba-laba

Kemana pun kita menghadap, disitu ada wajah Allah

Kemana lagi hidup terus mengelana

Jika tarikan cinta adalah sebaik gaya hidup

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Nyanyian sunyi

Senin, 5 januari 2015

Nyanyian sunyi mengolah pendulum

Menanti keajaiban, menawarkan keagungan

Menyisir bekas-bekas ingatan

 

Ada apa dengan sunyi?

Tiba –tiba datang menebar kepastian

Datangnya dari tenggelamnya pemahaman

Adakah dia petanda kebenaran akan berjalan menemukan bentuk lingkaran bulat?

Aku tidak tahu, aku tidak bermimpi, aku ditengah penelitian

Diujung kesimpulan,….

Apakah diantara kesimpulan ada jawaban awal

Mengarah kedepan, sebuah tongkat estafet cerita kenabian?

 

Jika ia, maka kewajiban adalah filsafat yang hidup yang berat

Jembatan tipis, susah ditempuh, jika sedikit menengok ke kanan, ke kiri apalagi

Berpikir kembali kebelakang,…maka akan jatuh pada penyesalan akut

 

Wahai jiwa yang sempurna, wahai jiwa universal, wahai kebenaran yang Satu

Engkau tidak bisa ditulis, jika kata mengikutimu, hanya menjadi pelukis diatas air laut

 

Jika air itu diminum, maka kita akan menjadi samudera,..dimana lukisan itu?

Tidak ada lagi seniman, tidak ada lagi tuntutan hak-hak yang tak terpenuhi

Yang ada adalah kewajiban musafir yang berjalan di padang sahara,

Mengajak umat mengikuti dibelakang perjalananya,…

 


Syahadad

Satu yang kemungkinan pasti, syahadad pertama dan kedua

Pertama adalah keesaan Tuhan, sumber metafisika Islam

Kedua, insan kamil, citra alam raya dan manusia

Kesaksian pertama, adalah perealisasian pengetahuan dan wujud

Kisahnya berawal dari kesadaran tak biasa, diakhiri dengan penyaksian syahadat pertama

Insan kamil; kunci membuka alam semesta dan logos dari diri manusia

Citra itu benih bagi pohon, ranting dan daun, juga manifestasi alam

 

Syahadah kaum sufi inilah panduan ilmuwan muslim abad pertengahan

Meneliti alam, adalah mengumpulkan bukti dan fakta

Pada momen itu tanda-tanda Tuhan dibaca

 

Mengumpulkan dengan teori dan logika

Sedang tanda-tanda menjadi hakekat  sebagai tujuan sebenarnya

Teori dan logika turun bersamaan dengan akal dan intuisi

Kedua perangkat tidak bisa dipisahkan secara hakiki

Keduanya hanya terbaca pada metode

 

Lalu semua itu harus dinamakan apa?

Manifesto terkesan ideologis, Metode terkesan bukan sebenarnya

Ide dan doktrin mungkin inilah pertengahan

Saya tidak tahu, apa Seyyed Hosein Nasr setuju…

25/1/014


Munafik

Kita hidup, berbicara, membaca, marah dan sabar
Kita pongtang panting mencari pembenaran apapun
Kita dipojok, ditengah dan di depan
Kita di semak belukar, bersembunyi dari diri sendiri
Kita jujur hari ini, besok kita paki topeng lagi
Kita tobat, tapi terus melakukan dosa-dosa kecil
Kita iman setengah mati, sedetik kemudian kufur
Kita bilang hidup ini dan itu, tapi kita hanya korban keadaan
Kita merasa menemukan kebenaran, besoknya kita hitung kesalahan
Kita mencaci kezoliman, pada saat yang sama kita tidak adil
Kita penceramah, sekaligus penjaja nafsu
Kita setia kebenaran, sekaligus menjadi penjilat penguasa

Kita merasa menggenggam agama, tapi jadi budak logika
Hentikan semua, ……
Karena nabi tidak seperti itu


Cahaya

cahaya

sifat pada dirinya

cahaya bukan kiasan dari indera

dialah sumber,…tanpa pantulan

dialah sumber pancaran

siapa terkena cahayanya

pasti mendapat ilmu

mendapat, tidak selalu meminta

mendapat karena layak menerima

itulah angerah barqah illahiyah

bagaiman hubungan sumber dan penerima

hubungan keduanya bukan sebab kemudian akibat

melainkan manifestasi

terangya sesuai dengan jatah

bukan karena semata Maha Pengasih

tetapi upaya dari kecintaan seorang hamba pada yang dicintainya

 


Pantulan Sunyi

Kupanggil kipas-kipas bergerak
Kutonton suara palu
Kuikuti kicau burung pagi dengan ritme
Kudengar-dengar bunyi paling sunyi

Kutengadah memeluk langit, kurebah memeluk tanah
Kubisikan kata merdu
Kuubah hati jadi baja
Kubentuk barisan pasukan anti syetan
Kuremuk mata syetan
Kumatikan suara iblis
Kujaga hati dengan benteng pujian suci

Tak ada kompromi dengan gelap
Tak ada jabat tangan dengan barisan penghianat

Luluh lantak sudah Ilusi
tinggal sisa ampas jahanam
hati kian satu dengan fitrah akal
anek rupa dunia hanya pantulan
yang satu adalah kesucian
hidup adalah menyucikan, bersyukur, dan pujian akbar
teruslah setia pada jalan ini

 


Sacred Science

Ketika sumber origin membentang
sungai-sungai membuka jalan
mengalir dalam darah dan nadi setiap yang hidup
kenapa hidup dalam gegap rumah rapuh dipertahankan
untuk apa hidup dalam fondasi lemah
itulah sains modern

dipajang di etalase mall, rumah-rumah orang-orang elit
jalan-jalan rapi nampang harmoni, kota satelit
tetapi tahu kah itu, dalam dirinya keropos
itulah sains modern

maka untuk apa membangun rumah dalam rumah
robohkan saja, kemudian bangun kembali rumah
rumah baru, sejuk berkualitas, dengan fondasi kukuh
itulah sacred science
siapa bicara itu, itulah pengikut nasr dan shoun
ada benarnya, dalam batas pengumuman
ada yang lebih benar, cari terus dalam kedalaman, dalam kesempurnaan

 


Ilmu dan Hikmah

ilmu menjuntai bagai daun dimana mana
kupilah, kuramu, kucerna
pada setiap wujud ada ilmu
tasbihnya adalah derajat ilmu sendiri
dia berbunyi sesuai watak kandungan wujudnya

aku mendengar banyak teriakan ilmu,
saat indera peka menjaring butiranya

kupahami hikmah, ada dalam pemahaman dan akal
jika ilmu berderajat, maka hikmah hanya untuk kaum berakal
ilmu dan hikmah adalah sifat dzat Tuhan itu sendiri
dalam diri hikmah, penciptaan menjadi perbuataNYa
dalam hikmah ada makrifat dan akal yang sehat

hikmah adalah ketercegahan dari kebodohan
hikmah adalah tuntutan wahyu dan ucapan nabi
hikmah adalah bukan menciptakan ilmu
hikmah adalah ketersediaan ruh menampung makqulat dan emanasi ilmu Tuhan

3 April 2014


Perjalanan Bersama

 

pagi semerbak wangi
pagi penuh aroma surgawi
kereta jiwa terus melaju
dalam pekik rindu pada matahari sayup sayup

ku daki ilmu menjulang
kutaruh akal dalam dipan
kulihat, kuawasi dalam rasa kehendak dan kesadaran
kupelajari ritme tiap perjalanan jiwa
kupenuhi hidupku dengan petuah para ahlinya

kubelajar tentang kesempurnaan
adanya dalam diri penuh misteri
kuberhadap-hadapan dengan Tuhan
lalu ku turun ke bumi
menyempurnakan jiwa dalam jiwa selainya

manusia, Tuhan dan dunia
tiga dalam hubungan, setali satu ikatan
perjalanan hanya dengan dua perjalanan
naik dari lumpur tanah hingga hadrat tertinggi
turun seperti ruh-ruh bayi menggantung di alam ruhani
turun menyusur hidup dalam materi,…

begitulah hidup, 2 lingkaran, kunci awal adalah akhir
akhir adalah awal,….
lalu dimana insan kamil itu?
itulah tujuan bersama semua manusia, dalam negeri dan masanya
bukan superman hasil khayal manusia

maka sempurnanya insan kamil, adalah fananya bersama manusia, Tuhan dan dunia
hidup bukan untuk sendiri, tapi menentukan akhir perjalanan di alam kekal

8/3/2014


Zaman yang Oleng

 

burung pipit mengapit pagi
cahaya mentari samar nampak
pohon-pohon basah menyimpan hujan
orang-orang gaduh mencari makan
makin banyak koruptor berdatangan

ditengah ingatan aku meloncat-loncat
ditengah laju kereta aku diam
dipersimpangan masa depan, aku rem pelan

aku pasrah, jiwaku tenang menengadah
aku lumlai dari banjir ilmu
aku tak bergerak meski irama kejadian melonjak-lonjak

aku saksikan koran-koran beritakan kebohongan
aku lihat TV isinya gincu dan kebodohan
aku lihat virus menyebar di otak-otak mayat hidup

aku protes tanpa kekuatan
hanya nurani purba satu satunya cara bertahan hidup
aku coba laku sementara menarik diri
dari gagap zaman yang terus oleng
aku lihat agamaku di potong-potong di jajakan di emperan
para durjana membeli dengan harga murah
jiwa-jiwa beragama kalah menjadi keledai Fi’roun Barat

matilah sekarang sebelum mati nanti
karena nurani purba asli harus terus dipelihara
itulah pesan Muhammad pada kita semua
agar jiwa tak remuk dari amuk zaman

24/2/2014, pukul 09.30