Browsing posts in: Puisi

Sejarah

sejarah
aku sedang mengumpulkan keping masa silam
dari artefak, dongeng, dan catatan
kupungut disana sini
kuanyam tidak kemana
kukunyah semakin tiada

sejarah
bunyi,.. bunyi sunyi
nada pahit, hitam dan aroma kebanggan
sejarah,
cara alquran bercerita,…
dari sejarah,…kita bocah tak tau arah
pongah hendak kemana, mana

dari sejarah,…cukup sudah,..
bengkok jadi lurus,…
tak akan kemana, mana
jika sejarah adalah fakta


Ramadhan Lagi

ramadhan
kau datang lagi
membawa kesempatan kepada kami
untuk berkaca pada diri
di tengah perjalan
tidak kebelakang dan kedepan

oh ramadhan
kau kaca, pantulkan usia
kau kaca, mengasah sukma
kau kaca, mengajak ke fitri
kau kaca, setia pada tuanya

ramadhan,…sungguh berkah illahi
1436 H,..2015


Tulisan

Burung pagi kembali berkicau
Jangkrik kecil segera tidur
Matahari ancang-ancang menyapa
Jiwaku mulai bersemi lagi >> Selengkapnya


Syukur

Aku bersyukur kepad dzat yang Agung
AKu bertawajuh kepada zat yang tidak pernah terlintas pikiran
Aku mengenalnya dengan keterbatasan
Aku mengukuhkan dengan akal dan kesaksian
Aku tunduk dan patuh tanpa syarat
Aku mengkuti kehendaknya, dengan ikhtiar
Aku terima cobaanya dengan sabar
Aku tidak mau berpaling darinya barang sekejap

Aku hina, Dialah yang paling mulia
Aku tiada,Dialah yang sebenarnya ada

Tiada hidup sebaik ratapan pada kekasihya
Tiada kekasih selain meyerahkan kepada sang pemilik
Tiada hari yang paling indah selain menjalani hari bersamanya
Tiada cinta terindah, selain memandang keindahanya

Penderitaan adalah usaha manusia menjauhinya
Menjauhinya adalah seburuk-buruhknya mahluk
Berbagahagialah orang yanng bersama dengan rahasia takdir
Berkehendak dengan ijinya, berbuat dengan kehendaknya, berpikir dengan
menyebut namanya, merasakan dengan dikte batin darinya, berkata benar seusai penjelasaaNya


Diam

Diam…aku ingin diam seribu jam
Diam…aku ingin mengikuti tenggelam
Diam…aku ingin menjadi langit dan bumi >> Selengkapnya


Do’a

Malam senyum, membuka tanda gelap

Malam merangkak, mencari panduan

Malam tak seperti biasa, seperti hari-hari lewat

Malam syahdu, bunga-bunga tidur

 

Aku mendengar do’a sayup sayup tenang

Pujianya mengelus dada

Mengajak menaiki mega-mega angkasa

Aku berteman dengan do’a

Akrab seperti tongkat berdiri

 

Do’a,…senjata kaum papa

Do’a..pelipir lara

Do’a ..penghalus rasa

Do’a .pengantar rasa

 

Do’a perantara berbicara dengan Tuhanya

Do’a penghancur batu hati, pencair kegelapan

Do’a adalah cahaya

 

 

 

 

 


Itrah

kubaca para itrah nabi

kurajut cerita dari rahasia ilmu dan perlawanan

jalanya bukan jalan biasa

menelusurinya mudah

mengikutinya, seperti memindahkan gunung

menjauhinya seperti menghadapi bencana disengaja

di dalam dirinya berisi cerita ilmu masa lalu dan masa depan

halal dan haram nampak jelas

memahami arah sejarah seperti berjalan kedalam diri

apa yang kabur, jika yang ada hanya cahaya

apa saja yang gelap, adalah jauhnya cahaya darinya

menemukan jalan adalah tugas tiap manusia

memilih jalan adalah beriringya Islam dan iman

Islam tidak selalu iman,

iman lebih tinggi dari Islam, keduanya beriringan

 

 

 


Bencana

8 januari 014

 

Bencana?

Bagai onak di perut laut

Gelombang menggocang nggoncang >> Selengkapnya


Logos dan Citra

Satu yang kemungkinan pasti, syahadad pertama dan kedua

Pertama adalah keesaan Tuhan, sumber metafisika Islam

Kedua, insan kamil, citra alam raya dan manusia

Kesaksian pertama, adalah perealisasian pengetahuan dan wujud

Kisahnya berawal dari kesadaran tak biasa, diakhiri dengan penyaksian syahadat pertama

 

Insan kamil; kunci membuka alam semesta dan logos dari diri manusia

Citra itu benih bagi pohon, ranting dan daun, juga manifestasi alam

 

Syahadah kaum sufi inilah panduan ilmuwan muslim abad pertengahan

Meneliti alam, adalah mengumpulkan bukti dan fakta

Pada momen itu tanda-tanda Tuhan dibaca

 

Mengumpulkan dengan teori dan logika

Sedang tanda-tanda menjadi hakekat  sebagai tujuan sebenarnya

Teori dan logika turun bersamaan dengan akal dan intuisi

Kedua perangkat tidak bisa dipisahkan secara hakiki

Keduanya hanya terbaca pada metode

 

Lalu semua itu harus dinamakan apa?

Manifesto terkesan ideologis, Metode terkesan bukan sebenarnya

Ide dan doktrin mungkin inilah pertengahan

Saya tidak tahu, apa Seyyed Hosein Nasr setuju…


Cermin

pagi, suara-suara burung merdu
kicaunya menyayang tetangga
sedang tuanya pergi bekerja

sautan satu satu, membentuk pujian pagi
langit mendung, mungkin nanti hujan
matahari diam
oh betapa nikmatnya pagi
bekas anugerah malam terasa tersisa
kupungut dengan hati-hati
dengan sedekah ilmu yang masih malu
kumemandang diri, kapan cermin segera terbuka
tiga wajah menghadap-satu ke alam, satu ke diri, satu ke Tuhan

Tak perlu ragu berterima kasih pada Tuhan
Dia esa, tempat segala hitungan manifestasi bermula
Dia awal, sekaligus akhir, karena selainya hanya bayang Nya
Dia mirip, tapi bukan Dia
Dia bukan Dia, adalah cara manusia meneneguhkanNYA

jadilah seperti Dia, karena Dia suci, jadilah yang selalu dekat…
Keindahan adalah barangsiapa mendekat
Keburukan barangsiapa menjauh
jadilah penyayang alam, jadilah penyayang sesama
kita adalah cermin, jadilah cermin