Angin pagi mengayun pohon talok
menggontai kesana kemari
Nyanyian perkutut mengelus elus dada
Membasuh basuh luka di hati yang menguning berkarat
duhai kekasih
betapa malangnya diriku
sakit hati karena melihat perangai buruk orang
bukankah wajah ini penuh gosong dosa
janganlah putus asa
teruslah setia di jalan cinta ini
gumamkan lidahmu pada ism a’dhom
pusat segala sifat Tuhan menyatu
sembuhkan, sembuhka, sembuhkan
sembuhkan luka luka di sana sini
tunjuklah batin terdekat
sejukan dan bakarlah egomu