Betapa hancur hatiku
Kekasihku pergi jauh
Aku sendirian di landa kesalahanku
Bukankah sawah ladang, perdagangan terang benderang
Betapa hancur hatiku
Kekasihku enggan bertandang
Karena kecilnya amal yang ku sandang
Seperti buta dalam gemerlap dunia
Betapa hancur hatiku
Mengurusi fatamorgana, membingkai mimpi menakutkan
Menaruh air dalam bak bocor
oh kemarilah kekasih, aku rindu padamu
Betapa hancur hatiku
Jika kekasih menghentikan ampunan dan rasa syukur
Seperti singa yang marah memakan anaknya
Datanglah kekasih, aku bergegas pulang