entah berapa rokok kau hisap
mengepul di kamar setiap malam
kau kawan dari kawan kakaku
manusia pintar di jalan berbelok
berkisahlah kau di suatu kedai
pertengkaran dengan istrimu membuat derita membakar
bakmi jawa mengepul tertawa
bagaimana bisa sang penderita membantu Palestina
oh wahai kawan
tubuh kekarmu, hitam legam kulitmu
menemani terbata membaca dunia tragedi penindasan
kau pahlawan kecil wahai kawan
pahlawan dari anakmu
pahlawan dari istrimu yang tak kuat menderita tragedi cinta dan kehidupan
semua sudah terjadi
nafas terakhir di depan lukisan Imam
oh wahai kawanku, taswin
sang pahlawan pencari cinta dan keadilan
doa doa orang tua kita membawa kepada kebenaran dan jalan cinta
pada kawan lama di saat tragedi kehidupan keluarga datang