Hari mengejar begitu jauh
Burung mengeja suara setelah subuh
Jangat bertanya lagi jalan keindahan
Inilah cara terbaik mengalami dalam rangka memahami pernik dunia
Oh dunia
Petandamu membuat gagap manusia
Bukankah aneka kejadian bagai rentetan ulangan
Tapi beginilah manusia, selalu terkejut bila takdir dimajukan
Aku lihat lagi orang tua itu
Lama perjuangan dan keihlasan
Tak letih diam berdoa dan mengingat
Keghaiban mengisi separo jiwanya
Bila dunia seisinya
Hanya tumpukan selaiNya
Dan kita bagian dari kerangjang sampah
Sapulah rumah dan jalan, senyumlah karena tamu sering datang