zuhud politik

malam menahan kesedihan

dibalut keindahan yang tak nampak

aku sendiri lagi

menerjang badai zaman

 

orang orang tak sabar

berpesta di podium

meminum arak, berdansa atas nama ilmu

mabuk aroma riuh tepuk tangan

 

oh duhai para pelacur ilmu

sungguh kau memalukan

lari dari pertempuran menghadapi ganasnya musuh

bukankah penderitaan dan penindasan mengitari bumi

 

bila kita menengok diri

takut pada  musuh yang besar

tinggalkan dunia dan segala kesenanganya

hidup zuhud adalah politik tertinggi