23/10/2019
Matahari masih malu
Rona merahnya menunggu
Aba aba dari langit
Siap menggelar anek rupa keajaiban
Bila benih sedih ditengah sahara
Menunggu tetes hujan
Penantian panjang seorang kekasih
Menyeka debu, menunggu aba aba perjalanan
Hai wahai para pemimpin
Berpesta pora menikmati hasil suara rakyat
Wajah sumringah, gemah ripah kekuasaan
Inilah udara segar dari bau busuk dunia
Dimana itu teriakan kebenaran dan keadilan
Senyum manis dua jagoan, berbagi kursi dan roti
Restu setan telah dipenuhi
Tumbal demokrasi, korban sesembahan