10/07/2019
Sejenak aku terngiang
Tentang pergerakan jiwa dan pikiran
Seorang Sukarno yang berkobar kobar
Tentang ekonomi yang memantulkan politik
Oh wahai duhai perang
Bukankah dia kelanjutan dari diplomasi
Dari bunga menuju bayonet
Satu pihak mencari makan, satunya bertahan hidup
Abad 17, abad 18
Abad industri yang belum sempurna
Jerman, Italia bediri dalam teritori kecil
Bersatu memenuhi kebutuhan dan menjadi bangsa
Perancis dan Inggris lebih dulu mengalaminya
Lihat itu Jepang mengalahkan sekutu
Perang laut jawa terbesar kedua di dunia
Matahari menelan keperkasaan koalisi
Lalu si kecil turun memusnahkan sipit dalam sekejap
Bom,. bom, bom….
Surabaya terbakar
Proklamasi kemerdekaan dalam ujian
Bayonet dan bunga beradu kelincahan
Wahai pemimpin besar
Observasimu mantap karena tren dewa sedang mengamuk di Eropa
Kekuatan teori di dorong pergerakan masa dan senjata
Dunia terbelah menjadi dua Tuhan palsu
Tapi dalam kawasan candradimuka
Kerajaan nenek moyang berhadapan dengan Belanda
Amerika dan Inggris bergandeng tangan
Menerjang asia, memberi arah sejarah bangsa
Kapitalisme dan imperialisme
Tabiat membunuh dan pesta pora
Mengisi isi air mata derita bangsa
Inilah amanat penderitaan rakyat
Lalu kau wahai pemimpin besar yang gagah berani
Menolak kedua dewa dan membangun benteng
Asia, Afrika menjadi amanah penderitaan bangsa bangsa
Teori dan kehendak ekonomi-politik segalanya
Sejarah yang penuh paradok
Kemanusiaan disatukan temuan teknologi
Benteng kecil dimana mana
Bangsa adalah urusan negara
Agama, warna kulit, bahasa
Aneka warna kemanusiaan bumbu yang menyatukan
Tapi tidak ada negara tanpa teritori dan bangsa
Kesamaan kehendak derita hidup, dalam hamparan bumi ciptaan Allah