09/07/2019
Gelap malam terhempas
Matahari terang benderang
Sinarnya menusuk kalbuku
Aku mengais kekuatan di padang penderitaan
Wahai para pejalan
Jalan ini sedang kutempuh
Sisakan bekal buatku di pos-pos keramat
Aku lihat burung bul bul sesekali menyapa
Wahai petir yang hitam mencekam
Air hujan yang berhenti di awan
Tenung dan sihir obat cobaan
Kenapa kita berani mencobanya ?
Bila kekasih selalu hilang
Penantian seperti mawar di hutan
Suara sepinya alam menjadi konser opera jagat
Oh duhai diri, menepilah selalu di sungai keajaiban
Aku tidak kuasa lagi menyenangkan orang awam
Berbicara kepada diri, selalu berbicara kepada derita perpisahan
Wahai burung gagak di taman, sahabatku
Suaramu menghiburku dalam istana sahara ini
Wahai gunung, pohon, dan langit haru biru
Kalian sahabat setiaku
Semua urusan dunia menghianatiku
Kerasan di rumah kekasih adalah dambaan pejalan