04/07/2019
Siang yang menyengat
Aku berlidung dalam beskem bangunan tua
Teh kental mengatur pencernakan
Darah mengalir berdansa dengan nafas
Dalam beku di gua ini
Oh duhai kekasih
Aku teringat kepadamu
Bagaimana kesepian yang kutunggu benar menyergapku
Kulihat manusia merayaan persoalan dengan senyuman
Mengabarkan pertemuan dengan para artis politik dan kemanusiaan
Tiada kulihat persoalan dan pesan kuat disampaikan
Kecuali berpesta dalam media sosial yang tak karuan
Oh wahai pemuda pemudi
Dalam kesamaan penderitaan bangsa
Para tetua mengamanatkan pedihnya derita tertindas
Bersatulah dalam lima asas, berevolusilah bersama tantangan zaman
Persoalan negara bukan beradu teologi
Persoalan negara adalah memadukan teologi perlawanan
Kibarkanlah teologi bangsa melawan hantaman buasnya kapitalis
Seonggok nyawa ganas itu tanpa tuan terus bereaksi
Oh duhai kekasih
Kesedihan ksatria adalah perang kebencian sesama sanak saudara
Bahan bakarnya ditabuh dari pusat pengendali dunia
Kita berperang dalam gelap tanpa musuh terlihat
Dalam kesepian yang mencekam ini
Kulihat bunga bunga mekar semerbak di taman taman
Dalam udara panas kering membakar
Jiwa jiwa hidup dari bangsa yang paling menderita