Intuisi

09/06/2019
Suatu pagi yang sejuk
Setelah panas menerjang seperti badai
Nusantara hampir terik tak karuan
Emosi manusia kehilangan dirinya

Pujian kuucapkan
Kesejukan dibawa angin sepoi sepoi
Seperti sejarah yang menyapa lagi
Lihat dan lihatlah
Tanaman rindang hijau
Panen raya tiba
Padi padi bergontai menari nari
Saatnya petani bergembira

Seorang teman bermodal berkata
Saya akan bantu
Apakah seseorang perlu bantuan
Dikala dia dekat dengan sumber bantuan
Bisakah dia merunduk runduk meminta

Oh wahai dunia
Jangan biarkan dirimu meminta minta
Biarkan pemodal datang mengulurkan bantuanya
Kaualah sumber kekayaan tak terlihat
Mutiaranya penyair dan pemikir

Bila kau menjebakkan diri
Kembali kepada dunia awam
Hancurlah atom maka hancurlah dunia
Bila daun daun yang tak lagi pada tempatnya

Sumber petaka yang kita gali sendiri
Bukankah sumur tak boleh mengering
Bukankah karavan terus berdatangan
Mampir dan mengambil air menghilangkan dahaganya

Kita adalah pembawa pesan pesan
Tulisan yang tertera pada angin, batu dan zaman
Ledakan intuisi terdalam dari dalam
Lihatlah dengan sumber presepsi
dengan wawasan kesadaran
Indera hanyalah pintu
Gejolak penglihatan tajam teruslah terbang

Terus kabarkan manusia harus bagaimana!!!