Reformasi
01/03/3019
Sepi membumbung tinggi
Menyentuh dinding dinding karang kekuasaan
Bila rahasia pada tempatnya
Kesucian bagai permata hanya milik berdua
Jangan berkecil hati
Kita sedang bekerja keras menenun peradaban
Di Mekkah
Para pedagang silih berganti
Keturunan Ibrahim menyebar
Dari kota tauhid hingga Afrika dan Asia
Kuda dan onta setia pada tuanya
Jalur sutra membekas tegas
Ishaq dan keluarga besarnya
Menjadi suku terpilih merasa berkuasa diatas sesama
Ismail dan keluarga besarnya
Membawa bendera keindahan permata kemanusiaan
Di bawah bendera mustofa
Pedagang memerah dan marah
Jangan bunuh anakmu
Jangan mabuk khamer
Jangan mengambil riba
Jangan jual budak
Bayarlah gaji sesuai degan kerja
Jangan minta pada batu
Batu dari jenis kramat beraneka
Polytesis membatu jadi ateis
Mengeras demi keagungan dan kedigdayaan kemakmuran dan kesenangan
Sistem setan beradu sistem malaikat
O wahai ahmad sang reformis
Waktu sedang menganyam sejarah
Hijrah pilihan para ksatria
Budak, kaum miskin berkerumun mendekat
Segera parit parit dibuat melingkar
Perang adalah pilihan musuh
Bertahan dalam perang, ujian “dalamnya hakekat keyakinan”
Kemanusiaan emas selalu teruji oleh zaman
Ada sistem kehendak Tuhan masyarakat murni
Dibawah bendera kitab suci
Ada sistem suci berbaur budaya setempat
Yang pertama energi iman
Yang kedua energi kreativitas
Kesucian milik keyakinan
Profan milik pedagang dan kekuasaan