Dizin dan Tochal
18/01/2019
Semalam salju turun di jalan jalan
Memutih sebentar kemudian menghilang
Aku ingin pergi, mengitari Dizin dan Tochal
Menjala angin di lereng, memecahkan duka dalam dingin beku
Syal yang hilang, kemana harus kucari
Aku bertanya pada patung Hafez, Ferdousi, Umar Kayam
Kursi taman menganga sabar tuk bicara, mendung selalu ingin berpisah
Valley Asr, jalan jalan lengang memuja malam
Baju eropa perlente berjajar, kacang mengepul, lukisan revolusi jadi hiburan
Nama nama pahlawan menempel di jalan, kantor, dan madrasah
Gang gang sempit penuh dengan teka teki petualangan
Kemana jalan negri di tangan ketua penyair
Kitab suci, kisah nabi berbaur dengan sejarah sebelum Muhammad
Ratusan negri berjajar menuju kota Immanuel Kant
Negri Ibnu Sina, Shuhrawahdi, Mulla Sadra terbang kota Farabi
Kerumunan rakyat berbaris berdoa
Sisanya mencari jejak jejak dalam kabut musim dingin
Sekuler dan modern menjadi nyanyian kuno di gereja dan sinagoge
Kapal kapal diukir pernik jiwa kenabian
Terompet dermaga memekik telinga
Kapan saja waktu berlabuh bila penumpang penuh
Mengantarkan kafilah manusia kesepian
Menuju taman taman bunga penuh warna