06/12/2018
Alhamadulilah
Puji segala puji untuk Allah
Pagar pagar tumbuh
Mengeliligi taman jiwa
Bunga bunga semerbak
Kulantunkan pantun dan kubuka jendela
Hati hatilah
Guru itu memperhatikan jiwaku
Jangan pernah mengira kau sendiri
Kau memang melihat Tuhan sendiri
Berhati hatilah
Maha dahsyat kesedihan akan menerpamu
Batu akan terus mengganjal dadamu
Ingatanmu kebelakang membakar kaki dan jiwa
Kakimu akan berat melangkah
Kulihat Tuhan sendiri
Dia sendiri menunggu
Dunia kosong tiada manusia
Dimana semuanya
Sisa dada masih sesak
Tapi telinga pelan pelan terbuka
Ucapan bahasa asing membuka dan datang
Makna per kata datang
Guru itu melihat ruangku
Suatu saat “menjadi” akan berganti “saya”
Inilah kondisi jiwa
Berpikir adalah hidup
Berkembang dan membesar
Hidup adalah fokus
Sebab pertama adalah tongkat
Melangkahlah pelan pelan tapi pasti