Tiga Bidadari Surga

Tiga Bidadari Surga
15/09/2017

Wahai ketiga cahaya
Sang mawar
Sang bintang
Sang keindahan
Dengarlah,.
Akulah matahari
Bumi adalah ibu kalian
Jangan pernah melihat kehidupan dari kegelapan
Karena cahaya membuat semua pergerakan terjadi

Bangunlah setiap malam sebelum ayam jantan berkokok
Segeralah dan bergegaslah
Basuhi wajah kalian agar terus bercahaya
Berdirilah dan sembahlah Tuhan
Panjatkan doa dengan tangan menengadah
Berdoalah denga air mata yang banyak
Basuhlah hati kalian, maka kesegaran akan terus jatuh
Hujan rahmad dan rizki akan berlimpah

Mulailah hari dengan semangat hebat
Jangan malu beragama, jangan rendahkan diri kalian dihadapan manusia
Kehidupan yang kalian jalanlah adalah persinggahan
Jangan buat kesibukan yang tidak perlu
Jangan tertipu bahwa dunia adalah urusan dunia
Jangan terlena bahwa akherat urusan akherat
Dunia dan akherat adalah satu kehidupan

Jika kalian wahai permata jiwa ayah
Memisahkan dunia dan akherat
Maka kalian terus dihinggapi kesulitan demi kesulitan
Berpikir dengan berpikir tanpa ujung dan pangkal

Agama adalah awal dan akhir
Kematian raga adalah bukan apa apa
Yakinlah bahwa akherat adalah panduan sejati
Jadilah hamba, jangan jadi budak
Mantaplah menjadi ciptaan
Taatlah pada Tuhan pencipta alam dan kalian

Suatu saat ketika sore-seluruhnya jadi semburat
Hari melesat dengan cepat-menaiki kehidupan berikutnya
Ayah akan menjadi matahari itu sendiri

Sejarah akan mencatat tentang kita, tentang anak keturunan
Nisan-nisan keemasan bertuliskan riwayat riwayat agung
Kehidupan menjadi deret peradaban

Ingatlah alam semesta
Ayah akan terus menjadi matahari mengitari bumi dan alam semesta

Wahai ketiga bidadariku
Selalulah
Turun dan tengoklah ibu kalian
Turunlah ke bumi, ke tempat kau dilahirkan
Hiburlah bumi
Agar tanaman hijau luas dan semerbak

Lalu di pagi hari, pandanglah matahari di pagi hari
Segalanya akan menjadi terang