Surplus Manusia

Surplus Manusia
03/09/2017

Malam seperti ini
Waktu semua naik
Aku merenungkan hari dengan total

Setelah interupi datang dan pergi
Memekak gendang telinga
Mengobrak abrik pikiran
Membongkar ketidaktahuan

Malam seperti ini
Ketika semua dibicarakan
Menjadi terbuka dan sangat terbuka
Bukankah segala masalah jika jelas sejelasnya
Maka tak ada yang tersembunyi
Dan ketersembunyian menjadi musuh modernitas
Modernitas akan mengamuk apa saja tentang mitos dan feodal
Akan menumpas habis tradisi

Malam seperti ini
Semua bisa dibicarakan dalam terma-terma Yunani
Ocehan demokrasi
Tak perlu hukum katanya
Tak perlu apa-apa
Karena demokrasi adalah makhuk hidup dewasa
Ya, demokrasi, sebuah permainan akal-dewa argumentasi

Demokrasi
Wakil terbaik dari humanitas
Temuan tanpa tuan
Dijalankan untuk kefanaan

Oh betapa menderita para peminat filsafat
Oh betapa pedih para agamawan
Menjadi objek olok olokan

Karena dunia milik demokrasi
Dunia milik rasio
Dunia milik manusia
Segala hal tentang manusia
Buat apa kau bicara urusan manusia
Kontestasi katanya

Oh betapa menderita filsuf
Konon Imanuel Kant Pahlawan Kristen
Pembuka dan juru damai Pendeta dan Ilmuan
Tuhan dan metafisika
Adalah nyanyian tanpa bukti
Tak ada bahasa untuk kesana
Sudahlah, menyerah saja,
Agama memang dibawah filsafat katanya
Filsafat dibawah kaki Ilmu Alam
Oh sungguh kasihan perjalanan

Tuhan Kristen
Dilarang mencampuri urusan manusia
Biar manusia, mengatur dunia dan pengetahuan
Kenapa jika demikian?
Islam harus patuh pada jalan Kristen
Bukankah kasih sayang Yesus ada dalam dada Muhammad
Bukankah Islam
Menyempurnakan dan merdeka dalam membangun peradaban

Oh betapa kasian demokrasi
Barang sakral tak cocok untuk agama
KATANYA…..
Oh kasian, oh kasian
Punya agama hanya untuk hiburan di pojok malam

Kenapa oh dunia
Begitu mendewakan penemuan dan cara
Bukankan alam semesta hancur
Tapi manusia akan tetap berakal dan damai dalam hatinya terdalam