Pembimbingku telah pergi
dari satu taman menuju taman yang lebih tinggi
tunaikan kewajiban, membela kaum tertindas
bergabunglah dengan para pendekar sejati, selamat wahai tuan….
Pembimbingku telah pergi
di keroyok serigala dan saudara yang telah jadi serigala
anak anak kecil di bom di sekolah, para ibu menanti di tempat penjemputan
pembalasan adalah pendidikan politik bagi yang mampu
Pembimbingku telah pergi
seperti doanya yang meminta dengan tulus dan kuat
tulang-tulangnya telah rapuh, rakyat menjadi yatim piatu
anak-anak muda melanjutkan dengan lebih bersemangat
Pembimbingku telah pergi
warisan kemenangan dari mata si jelita
buruk bagi iblis bermata satu
kobaran api dimana mana, takdir putih menggulung kegelapan