Fundasi Liberalisme Barat

Makna umum liberal adalah bebas menjadi “individu’ dari perbudakan, totalitarianisme dan fasisme. Namun makna liberal terhubung dengan makna “bebas dari”( John Stuart Mill).

Liberalisme menentang segala bentuk atau bebas dari identitas kolektif, dan segala jenis nilai, proyek, strategi, tujuan, metode, dan sebagainya yang bersifat kolektif atau setidaknya non-individualis. Bebas dari gender (LGBT), gender hanya opsi. Bebas dari manusia biasa, bebas menjadi transhuman (cyborg).

Liberalisme mengandung struktur fundamental internal yang mengikuti prinsip-prinsip aksiomatik ;

■ individualisme antropologis (individu adalah ukuran segala sesuatu);

■ keyakinan akan kemajuan (dunia sedang menuju masa depan yang lebih baik, dan masa lalu selalu lebih buruk daripada masa kini);

■ teknokrasi (pengembangan teknis dan pelaksanaannya dianggap sebagai kriteria terpenting untuk menilai hakikat suatu masyarakat);

■ Eurosentrisme (masyarakat Euro-Amerika diterima sebagai standar ukuran bagi seluruh umat manusia

■ Ekonomi sebagai takdir (ekonomi pasar bebas adalah satu-satunya sistem ekonomi normatif —lainnya harus direformasi atau dihancurkan);

■ Demokrasi adalah pemerintahan minoritas (mempertahankan diri dari mayoritas, yang selalu cenderung merosot menjadi totalitarianisme atau‘populisme’);

■ kelas menengah adalah satu-satunya aktor sosial dan norma universal yang benar-benar ada (terlepas telah mencapai status ini atau sedang dalam perjalanan untuk menjadi kelas menengah yang sesungguhnya, yang untuk saat ini hanya mewakili calon kelas menengah);

■ globalisme satu dunia (semua manusia pada dasarnya sama dengan hanya satu perbedaan, yaitu perbedaan kodrat individu mereka — dunia harus diintegrasikan atas dasar individualisme dan kosmopolitanisme; dengan kata lain, kewarganegaraan dunia).

 (Dugin- Putin vs Putin, 653)