aku memanggil sinar mentari, dari balik daun daun yang jatuh kehujanan
embun menguap bersembunyi di balik bukit tandus
aku bertanya tentang bunga merah yang terkelupas angin
aku cari mata air di kebun ceria peninggalan kakek
adakah yang merasakan seperti perasaanku ?
esensi kenyataan yang masih saja terus asing
gundungan batu cadas, kerikil sungai yang lenyap
anak anak tidak lagi bermain di tempat bermain
kesedihan masa laluku melonjak kuat
kepedihan masa depan dari seorang yang rindu sepinya kehidupan
akulah debu di serpihan zaman edan
akulah purnama yang sebentar lagi jadi pangeran pujaan