Pangeran

aku memanggil sinar mentari, dari balik daun daun yang jatuh kehujanan

embun menguap bersembunyi di balik bukit tandus

aku bertanya tentang bunga merah yang terkelupas  angin

aku cari mata air di kebun ceria peninggalan kakek

 

adakah yang merasakan seperti perasaanku ?

esensi kenyataan yang masih saja terus asing

gundungan batu cadas, kerikil sungai yang lenyap

anak anak tidak lagi bermain di tempat bermain

 

kesedihan masa laluku melonjak kuat

kepedihan masa depan dari seorang yang rindu  sepinya kehidupan

akulah debu di serpihan zaman edan

akulah purnama yang sebentar lagi jadi pangeran pujaan