berdirilah sendiri

suara kebenaran masuk

daun daun terdengar merengsek

ngiang suara burung memanah matahari

aku harus istirahat di kota tua di balik gunung

 

pejalan separo jalan

kendi kendi anggur di meja kedai

ayo siapa saja kemarilah!!!

menghabiskan gelap malam, memanen pagi

 

luka dari kecantikan dunia bernyanyi

langkah tak berhenti karena banjir

suara doa menghilang untuk berdoa kembali

pujian dan cancian sama saja

 

pohon cemara

berdirilah disampingku selalu

mendalami ganasnya hutan belantara

merampungkan sisa kisah pengetahuan yang sudah terbuka

 

ini sudah sore sayang

sebentar lagi lapangan pertunjukkan di buka

pasar malam dengan gemerla lampu surga

para pelancong sebentar lagi bernyayi dan menari