jangan di potong

suatu malam mencium fajar

kudekap makna kemaren siang

tidurku tak kuat menahan goncangan

kesalahan terus dilestarikan dan kekalahan di rayakan

 

orang- orang berpidato laksana pohon rapuh

berbicara kasih Tuhan tak sampai

gagal memahami cawan sahadah dan kejahilan

kaum arogan dunia tertawa, akalmu seperti terbirit lari tak karuan

 

wahai manusia

penegakkan keadilan adalah indahnya gunung kokoh

ia sepi, menyaksikan pohon diam dan kicau burung

danau penuh berwarna biru langit

 

orang orang seharusnya dipahamkan

kita bicara pahlawan dengan mental revolusi nomor satu

dialah terdepan menyelamatkan kawan dari terjangan peluru

dialah orang yang membela orang orang tak berdaya

 

dalam gegap gempita peperangan

orang orang berkerumun mengitarinya

meminum teh di tengah senyuman

medan orang orang terpilih

 

dialah pahlawan musuh kaum intoleran

dialah pahlawan musuh kaum takfiris

dialah pahlawan musuh kaum teroris

dialah pahlawan musuh kaum  arogan dunia

 

semua itu adalah satu paket bingkisan indah

dalam keseluruhan dirinya kita seharusnya menerangkan

kepada orang orang

tanpa di potong dan menggantung