05/09/2019
Suara burung itu berkicau lagi
Dibalik jendela sebuah kota
Denyut kehidupan menanyakan perihal geraknya
Sementara bumi penopang tak terlalu bergeser
Inilah takdir suatu wujud
Berwajah dua yang membingungkan
Jika menjadi benda, seperti benteng pertahanan
Jika menjadi jiwa, berkobar menawarkan diri
Ada rahasia manusia dan Tuhan
Manusia Tuhan menerima sebagai penyembah
Inilah kapal keabadian dan segala misteri zaman
Bila manusia gelisah, bertanyalah pada dunia asal
Jangan terlalu bergulat dalam lumpur
Seolah akhir tujuan dan perjalanan terjadi di bumi
Jika mata terbatas dan sempit menjadi panduan gerak
Kita sedang meledakkan diri di ruang bumi yang pengap