Bunga 7 Rupa

22/07/2019

Seperti musim kemarau di desa dan hutan kita
Daun daun kering bergontai menari nari
Memanggil para bidadari untuk singgah
Membawa sekendi anggur dan bernyanyi

Wahai burung bul bul di musim panas
Suara gagak melayang di taman taman
Aku jalan bergontai bercanda denga mereka
Bukankah negeri kita berbeda tapi kerinduan dimanapun sama

Oh hati yang gundah dan pasrah
Aku sibuk membuka pesanan surat surat ghaib
Belajar hidup dalam keindahan yang mencekam
Mari oh mari wahai sang kenari, terbang dan ratapilah

Akulah sang pemuda tua yang sedang damai
Tak ada karavan yang selesai dalam perjalanan
Aku tidak akan pernah pulang, jangan tunggu di balik bukit
Sesekali pandang matahari di pagi hari

Aku akan bersama sinarnya bersama burung-burung gereja
Melihatmu di bilik gedung dimana kau berada
Jangan tunggu aku di terminal dimana saja
Hiduplah seperti penari yang meliukan badanya dan selalu bernafas

Oh bila kau yang di rundung duka nestapa
Bahagialah darah dan nafasmu yang membuai sukma
Jika kau bertemu awan dan gelap malam
Janga lupa bunga 7 rupa, hadapkan wajahmu dia akan menghadapmu