Perenungan Zamanku

Perenungan Zamanku
15/02/2019

Hari demi hari
Penderitaan tak usai di pelupuk
Puluhan mata tak tampak di permukaan
Segalanya memang berlomba
Mencari apa adanya dari setiap apa saja
Tak usah dicari, dia dalam diri
Tak usah disangkal, dia tak butuh dukungan
Tak usah di dukung, dia kuat dalam diri

Dua keadaan sedang menaikakan bendera
Satu gerombolan bersumpah atas nama kesatuan
Satu gerombol bersumpah atas sistem kesempurnaan kehidupan
Asas gotong royong
Dimana Tuhan ?

Aku bertanya pada badai Revolusi Prancis
Segalanya mengikuti tanpa ampun angin kemanusiaan
Kristen di angkut ke pojok pojok kehidupan desa
Nyanyian gereja di hutan belantara memekik kesendirian
Bendera Kemanusiaan naik di balai kota
Inilah tagar revolusi kami,sebarkan ke seluruh penjuru dunia
Pengetahuan menjadi benteng kehidupan sejati
Ideologi boleh saja
Asal bernasib mengurus dunia saja

Oh kabar terbang dan berenang
Di pinggi laut yang mengepung negara pulau
Anak-anak muda tersengat politik etika dari tuan tuan tanah
Bergembiralah atas nama kemanusiaan dan kemerdekaan negara
Asal lagu dan arahan dari kami punya jiwa
Kobarkan api revolusi nusantara baru dari revolusi Prancis
Belanda menjadi agen tunggal penindasan, pikiran dan laksanakan
Islam yang kalah di timur tengah berkaca pada getir Kristen Eropa
Menyerahlah dengan ajakan kekalahan ini
Ideologi ini
Penjelmaan sekulerisme atau sekeping perjanjian mengurus negri
Perjanjian adalah persoalan kehidupan sehari hari, itulah janji madinah
Ideologi adalah urusan dunia
Inikah api revolusi kita ?
Yang tumbuh dan digali dari hati terdalamnya martabat dan jiwa bangsa
Diponegoro, Hasanudin, Cut Nya’ Din menggugat dalam kuburnya
Demokrasi mayoritas tidak berlaku bila revolusi Prancis kalah
Mari bertanya tentang apa adanya?
Gali dan terus di gali
Kekuasaan dan kebenaran
Angin dan dunia