Oh helen,…

Oh helen,…
03/01/2019
Hari menjelang sore
Mendung merenung dari pagi
Gerimis rintik jatuh ke hati
Waktu di pelukan sang dingin
Oh betapa nikmat sang waktu

Aku teringat
137 M, ….setelah Isa lahir
898 tahun usai Romawi berdiri

Duhai wanita sang istri
Helen yang malang
Berkata pada Makximilliaonus, sang suami
Kaulah satu satunya yang kupunya di dunia ini
Wahai suamiku, aku teringat ibuku
Aku bermimpi kau di bakar
Seperti Afeqon, ibuku
Dia dibakar di depanku

Berkata Afeqon mengadapi api, duhai api
Duhai Maryam Muqaddas, duhai Isa
Duhai Tuhan Yang Satu
Terimalah aku
Bakarlah dosa-dosaku

Wahai Diokletionus suamiku
Kau telah memenggal kepala kedua orang tuaku
Aku tidak takut mati
Aku tidak takut Apollo dewamu

Tragedi turun temurun
Suami, Istri, anak, kekuasaan
Membuntal pada satu
Menyembah Tuhan atau Dewa

Waktupun dilipat semalam oleh Tuhan
Tuhan menampakan pada Makximilliaonus hakekat waktu
Doapun terkabul, hakekat ditampakkan
Gua menjadi penanda terbaik

Setelah 300 tahun waktu Helen, Semalam waktu Tuhan
Berkata Makximilliaonus setelah bangun
Oh Helen yang malang, istriku yang tabah
Aku korbankan diriku untuk keselamatan kalian
Tapi kenapa kalian mati meninggalkanku

Oh helen,….
Kuburanmu mendekat pada gua saat aku tidur
Menyangka aku telah mati
Dan kau ingin terus ikut denganku
Kini aku hidup 300 tahun setelah kematianmu