Hari Ketujuhbelas
08/12/2018
Menjadi penulis
Adalah malam
Sebagai penjaga kedalaman
Mengurai kepedihan beban beban kemanusiaan
Menjadi penulis
Menandai waktu
Sebagai piala menjinakkan tempat
Mengisi kekosongan lempengan jiwa
Akulah pejuang
Menyingkir sejenak dari api prahara dunia
Jika bulan bersemedi di angkasa
Di musim semi yang sebentar lagi berhenti di dermaga
Dalam hiruk pikuk sejarah Persia yang membaja
Ingatlah azan di nusantara
Oh duhai diri
Tradisi kita tak ijinkan
Menjadi penulis di angkasa
Tanpa benang pada layangan
Bila hailintar menggelegar
Akan jatuh berserakan
Memberi kabar tentang kegagalan demi kegagalan
Pada kehidupan yang jelas
Namun berkianat demi waham dan khayal
Mengabdi pada setan berbaju malaikat
Bukankah risalah demi risalah
Memberi pagar dan memberi jalan
Lukisan alam semesta
Lukian diri
Lukisan cerita manusia
Lukisan kapal di laut
Lukisan epos negeri
Lukisan pejuang
Lukisan kegagalan manusia
Lukisan erotika cinta
Semua terjual di pasar
Kenapa menjadi penulis?
Menjadi atau jadi
Mengabarkan atau kabar
Hidup atau Mati
Adalah dan adalah
Menjalankan wasiat
Menjadi, menjalankan dari posisiNYA
Kata kata bukan pertukaran di meja
Di kelilingi pesta pora
Mengobral retorika demi retorika
Mengabdi pada partai partai besar
Atau mejadi paling nyaman dan berhasil
Merasa menyelamatkan harta demi keselamatan
Rakyat yang meminta jatah sepiring nasi
Hai duhai jiwaku, jiwa kita semua
Jagalah dan lebarkan
Pernyataan pernyataan
Yang jelas tanpa penjelas
Nampakkan semuanya
Bahwa kebenaran
Keindahan yang tertata dariNYA
Keindahan
Bukan kekacauan
Dari jiwa
Yang cahayaNya terhalang
Timbunan duri duri dosa