hujan

angin segar menyelinap

bilik jendela tersenyum padamendung

badanku rebah di apartemen tua

orang orang bermandikan kerja

 

hai sang waktu

yang terbujur di kaki zaman

pikiran ku mengelola pikiran orang

mencari celah jalan peradaban

di sela sela tugas negara

 

akulah musim salju di awal musim

hatiku berselimut rindu

mencari pegangan dalam bahasa

siapa tau asmara dunia bukakan jalan

pada kayu, batu, gunung dan angin

pada rembulan di siang hari

Buram ditengah putihnya langit

 

bila ada semangkok kesadaran

satu gelas pikiran

sekeranjang doa dan harapan

jadilah ia bekal bagi sang pejalan

bila hujan bangun

dan jendela tersenyum pada mendung