aku

wahai aku
yang diatas tali
wahai aku
yang di atas genting
wahai aku
yang dibawah fondasi rumah

wahai aku
yang di cacah jadi dua
menjadi kenduri
bocah-bocah modern

wahai aku
tanpa ayah dan ibu

wahai aku
di buru
dari sisi tubuhku

wahai aku
akulah manusia
ribuan tahun
menjadi barang dagangan

wahai aku
demi kepuasaan
demi merajalela
demi ambisi
demi kekuatan
demi hawa nafsu
demi kekuasaan

segalanya menempel pada aku

aku adalah emas
di rebut rebut
darah membanjir tanah
rata memerahkan bumi

oh duhai aku
titik pusat
titik berangkat
mencari cari
aku yang mencari aku

tunjuk telunjukku
menghadap kerumunan masa
gabungan aku aku aku
atau dia adalah mereka
yang hidup
tanpa arah dan tujuan
kerumunan
disangka sangka punya kehidupan

jika begitulah hidup
dalam aku yang satu pada masa
benarlah nyawa satu
seperti satu mata setan
menggerakkan jutaan badan

di lenyapkan
oleh satu cincing
denga jutaan
pendekar penunggang kuda putih

oh aku
yang di cacah cacah
oh aku
yang di timang sayang

segala pertempuran

berawal dan berakhir

dari aku