sahabat
oh sahabat ya sahabat
kaulah sahabatku
ku mengenalmu terasa lama
tapi terasaku kau selalu lahir
dalam diriku, dalam kehidupan dunia ini
bahkan kau dimana mana
tentu tidak semuanya
ada bagian tertentu kau menghilangkan diri
adakalnya kau dalam reguk masa lalu
yang semua orang berusaha keras
membunuh masa lalumu
sedang aku tidak seperti itu
aku mencintai masa lalu kita
akrab, bersendagurau setiap waktu
aku perlakukan masa lalu
tak ubahnya menghadapi kesulitan demi kesulitan
tentu yang kubicarakan hari demi hariku
sahabat duhai sahabat
aku yakin
hariku dan harimu tentu lain
tapi tidak semua lain bukan
banyak kesamaan
seperti bagaimana merdunya musik di mobil
seperti nikmatnya merokok sendirian
seperti menghabiskan malam dibawah pohon kematian
dan tentu saja mendengerkan jeritan orang miskin
minta segera ditolong dan segera dibantu
kadang aku malu dan ragu berkawan denganmu
karena kau pahlawan kaum miskin kota dan desa
uang begitu mudah kau jinakkan
sedang aku
saking sulitnya menjinakkan
aku tidak merasa cari uang
karena uang bagiku
selalu bersembunyi malu
tapi bagimu
jangan seperti aku dong
kau harus kaya dan gemah ripah
karena kau dilahirkan menjadi priyayi agung
yang martabatnya tidak mudah diecerkan
sedang aku
bukan seperti itu
aku dilahirkan mungkin tidak bisa
menguasai uang dan kekayaan alam dengan baik
olehkarenanya
setiap aku berusaha mencari uang
yang kudapatkan kebahagiaan lain
kawan oh kawan
dalam getir kekawatiran tentang hidup yang kejam
ada yang harus disembunyikan rapat-rapat
ada kalanya harus boros di ucapkan
karena setiap tetes embun yang mengandung kesucian
harus dipecah pecah
ditabur tabur
tapi rahasia antara kita dan keabadian
kita harus membuatkan diare
yang terbuat dari kertas emas
kita tuliskan, kita pahat rapi dengan kesucian
suatu saat dan pasti itu akan datang
kita buka bersama rahasia itu
dan segeralah sebatang rokok
atau sejenis petualangan indah
tentang laki-laki tulen, tentang anak muda penuh gairah
tentang orang tua renta tapi menjadi kebanggaan anak
yang rambutnya putih dan masih gagah
oh betapa rahasia itu kawan
adalah anak yang kita dekap erat
atau istri yang kita peluk penuh kasih
atau orang tua kita yang kita sakiti
atau kawan-kawan yang meninggalkan kita
tapi keabadian adalah keabadian
tempatnya sama
waktu yang berganti ganti
dari sahabatmu
Pangeran Diponegoro