Oh hatiku hati MU
05/09/2017
Oh hati ku hati MU
Tak ada hati yang mampu menampung seluruh manifestasiMU
Waha cahaya Mu yang masuk dalam cahaya hatiku
Kuingin dekat selalu memandang cahayaMu
Wahai cahayaMu yang indah di setiap tempat
Tak ada tempat yang tak menerima segala pancaran sinar beningMU
Oh wahai cahaya yang kecepatanya tanpa bisa dikur dengan waktu
Wahai cahayaMu yang tak bisa dibentangkan dengan jarak
Sesungguhnya
Waktu dan ruang hanya bagian kecil dari manifestasiMu
Oh hati yang hatinya sedang patah di timang timang
Akulah bayi dalam dekapan selendangMU
Betap suara alam adalah nyanyian merdu
Merambat melalui kefanaan
Kutangkap dengan perasaan keabadian
Malam betapa seperti siang yang sepi
Siang terus terasing dipeluk erat hangatnya malam
Mari, oh mari wahai cahaya keabadian
Mari, mari kita bersama membaca kitab suci
Huruf-huruf bergerak memahamkan diri kita
Hati berlobang semua telah terisi ingatan
Tentang diri, tentang alam, tentang manusia
tentu juga
tentang dekapan hangat kasih Tuhan
Bila kerinduan makhluk pada penciptaNYA tak ada bekas
Maka cahaya dengan cahaya dalam cahaya untuk cahaya
jejak sungguh tak ada
hanya wangi sebentar, timbul tenggelam
Bersemayam di relung jiwa terdalam
Tuhan
duhai kekasihKU
“diri” dihantarkan dengan bersuci
dengan berwudhu
Menyembah sang Agung lima kali sehari
Berjumpa dalam ikatan latihan ucapan dan gerak
Pelan-pelan dan pasti
aturan menjadi kebiasaan
Kebiasaan menjadi karakter
Karakter menjadi sifat
Sifat menebar jadi akhlaq masyarakat
Oh wahai cahayaMu dalam hati piluku
Sakitku terobati dengan doa dan shalat di tengah malam
Membaca huruf dalam kitab dalam bahasa Muhammad
Memahami dalam bahasa terbaik umat manusia
Mengalami kondisi masyarakat dengan cerita pilihan
Oh manusia
Bergelanyut dengan dua prasangka
Kepada Tuhanya dan kepada dirinya sendiri
Ingin lepas seolah lupa ada Tuhan
Ingin mandiri dengan ketidak percayaan diri
Apa yang kau tunggu wahai manusia?
Mari ikut saja pada ajakan Tuhan
Kenapa dunia menggiurmu
Dengan contoh-contoh keberhasilan para penguasa dunia
Dengan perangkap paling halus hingga kau lupa bahwa kau gila di dunia yang fana ini
Bukankah Tuhan sesuai dengan prasangka manusia
Untuk apa melawan dan berambisi menjadi pesaing Tuhan
Menyerahlah
Hidup adalah menjalankan kewajiban
Hak yang kau tuntut dari orang kaya dan penguasa
Bukankah itu cobaan saja
Kerjakalanlah kewajiban, maka hak adalah niscaya
Tuntutlah hak hingga kau patah arang, maka kau akan lupa kewajiban
Jangan bingung dengan persarikatan negara
Apalagi antar negri,
negeri elok, elok, elok rupa
Bukankah yang sebenarnya adalah perulangan?
Pikirkanlah bumi
Pikirkanlah alam semesta
Negara hanya data saja
Kita bisa hidup dengan merenungkan apa saja
Memang, ada sejarah penaklukan, sejarah pembantaian
Setelah itu muncul para ksatria lolos cobaan
Bukankah dengan demikian hidup adalah ladang ujian
Sawah yang selalu dibajak untuk bertanam
Sebagianya di makan
Dibagi kepada anak, istri handai tolan
Lalu lumbung-lumbung padi menguning
Demi perbekalan utuk perjalanan yang amat panjang
Demi pemberhentian kota terakhir
Untuk bertemu pada perjumpaan yang entah seperti apa
Melebur atau hancur untuk menyatu
Melebar dan menusuk hati terdalam
Sebuah hiburan bukan?
inilah perlambang hidup!!!
Bagai seorang pemain seruling tanpa seruling
Mengaji tanpa wujud huruf pada al-Quran yang terus berbicara
Terlukis indah dalam dada terdalam
Taukah kau wahai manusia yang suka berkata “aku”
Hidup benar hanya sepi dan bayangan
Lakukan yang terbaik dengan penuh penghayatan
Jika manusia sebagian dari arketype Tuhan
Jangan malu berbicara
Jangan gagap bertindak
Sesungguhnya penjamin perjanjian adalah yang sebenarnya
Jika kau yakin, jika kau tak ragu
Perjalananan hidup tidak perlu terburu
Perjalanan hidup selalu dalam bergegas
Jika!!!!
Perjalanan hidup sudah pada inti hidup
Tak ada sejarah hingga kau menengok
Tak ada gelisah dan rancangan penuh muslihat untuk masa depan
Jika!!!!
ujung jalan adalah kebenaran
Maka kau, kita, semua, adalah keabadian
Kebersamaan ada sekarang
Tak perlu takut, tak perlu gelisah
Kaulah itu sendiri dari TUHAN yang Maha Benar
Tapi Tuhan tetap Tuhan
Yang esa, yang semua tak ada daya upaya bisa menyentuh dengan kata
Dengan hati
Dengan akal
Dengan pengertian apapun
Dengan apa saja
Maka,………
nikmatilah segalanya selama dibantu nafas
Minum dengan air dari telaga sejuk
Udara pagi dari segenap bebas polusi
asalnya dari alam maupun pikiran