Majelis Duka dan Obat Matematika

Majelis Duka dan Obat Matematika

07/09/2017

Wahai majelis terhormat
Yang terhormat bagi sekalian orang-orang terhormat
Yang duduk disinggasana para kaum cendekiawan di zaman empuk
Yang pekerjaanya mengolah hidup
Yang kesibukanya menyelidiki teori-teori filsuf
Mencerna firman Tuhan, menguliti dan menggali makna

Ijinkan aku berbagi perasaan, berbagi pikiran yang tidak bermutu
Sungguh aku menyaksikan tembok kekalahan yang kita bangun sendiri
Yang bahanya dari kepercayaan kita bahwa kita hanya bekerja sebatas saja
dalam bilik-bilik kewenangan takdir Tuhan yang kita intip dari sela-sela buku

Kita bekerja dalam pasrah yang aneh
Kita membaca buku, mengajar anak-anak polos
Kita bersuara yang bisa didengar dari batas paling minimal
Kita bangga dalam kenyamanan kita
Kita marah habis-habisan jika ada yang mengganggu mutu rasa spiritual kita
Kita adalah korp terbaik titik…..Benarkah?

Bukankah kita manusia biasa yang bisa salah, untuk apa kita mempertahankan kesalahan kita?
Tentu saja aku juga bisa salah, untuk itu salahkan saya!!!
Tapi pekerjaan kita bukan saling menyalahkan
Pekerjaan kita adalah dari profesi terbaik-Menjadi filsuf muslim?
Pedomanya Al-Quran, hadis yang shahih, akal shohih, perilaku yang shaleh-tawadu’ dan suluk
Hebat bukan?

Oh wahai sidang yang terhormat
Aku menggugat pemahanku sendiri
Tentang kita, tentang apa yang kita kerjakan, tentang dunia yang kita genggam
Dari hari demi hari-kita tersenyum dan diam kecut menyaksikan manifestasi Allah dimana-mana

Di bawah nyamanya ruang ber AS-dan lift yang elok untuk ukuran filsuf Indonesia
Bukankah kita sedang menikmati hidangan di dalam nampan emas Indonesia
Menikmati udara katulistiwa-dengan oksigen peradaban yang dibangun degan sayap garuda pancasila

dengan menimbang….
Menimbang terus menimbang bahwa
Dunia kita nyatakan dalam mulut kita yang kita kunci sendiri-
Benarkah sudah tidak ada kemunafikan di dunia ini?

Bukankah wahai sidang terhormat
Jika anak-anak kita ajari logika dengan baik
Maka akan bangkit fitrahnya-akan sayang dan cinta kebenaran
Akan benci pada segala kemunafikan
Bukankah itu jelas, seterang tulisan Ibn Maskawaih

Ya…. logika dan sekutunya matematika
Adalah perantara antara fisika dan metafisika

thobiiat dan ilahiyat

Barzah dengan rasa kognitif tipis
Intuisi halus dan objektif
Dingin hampir tidak ada perasaan
akal yang tidak melenceng dari garis edar bulan dan bintang

Oh wahai sidang terhormat
Salam dan semoga hujan rahmad dan kekuatan
Diberi kepada saudara-saudara kita yang sedang terusir dari negeri tercintanya Mymanmar
Salam dan semoga hujan rahmad dan kekuatan
Diberikan kepada saudara-saudara kita
Di Yaman, Bahrain, Suriah, Irak, Libya dan Palestina

Yang sedang di uji oleh Tuhan demi Islam yang berperikemanusiaan yang hebat
Yang peradabanya akan menjulang
Merekalah para martir untuk kenyamanan kita sekarang
Kumohon satu saja tetes air mata wahai para filsuf- buat mereka yang tertindas dan papa
Semoga majlis ilmu ini berkah dan berwibawa

Kepada saudara kita pak Teguh dan ibu Ayu
Para pewaris ksatria ilmu abad keemasan Islam
Semoga warisan matematika Khawarizmi dan Ihawanusafa
Bisa mengobati matermatika yang telah dirusak oleh modernitas
Yang digerakan kapitalis dan kolonial

Alfatihah dan shalawat untuk guru kita khawarizmi dan Ihwan safa