Anak dan Ayah
20/09/2017
Seorang anak bertanya, wahai ayah darimana aku di lahirkan?
Kau di lahirkan dari ibumu
Kenapa aku dilahirkan ayah?
Ayah menjawab
Karena ayah menginginkanmu
Kenapa ayah ingin aku di lahirkan, bukan yang lain
Sang ayahpun bangun dari mimpi panjang
Lalu menengok ke tempat tidur anaknya
Memandangi wajahnya penuh cemas
Kemudian hari pun berganti cepat
Langit di atas penuh dengan mega-mega bergerak
Satu gumpalan mega bergerak, kemudian menghilang
Sang ayahpun terus memandang keatas
Mengamati wajah-wajah mega bagai wajah anaknya sendiri
Kenapa ayah ingin aku dilahirkan, bukan yang lain?
Pertanyaaan terus menghantui ayah hingga tua renta
Ayahpun mati,
dikubur dengan nisan tertulis,
kenapa ayah ingin aku dilahirkan bukan yang lain?
Anakpun dewasa, dan menikah
Dan diapun ditanya oleh anaknya
Kepada anaknya dia berkata
Kelahiran adalah kelahiran
Jangan pernah berpikir tentang kematian apalagi ketiadaan
Kita adalah aliran sungai yang mengalir
Kemanapun kemiringan kita akan terus mengalir
Kita adalah ikan
tak pernah berpikir tentang air
Kita adalah air laut
Tak pernah gelisah dengan ombak
Tak pernah terpojok menjadi buih
Menjadi banjir dan tsunami
Kita adalah kita
Kehidupan itu sendiri
Waktu dengan ruang yang sudah pergi
Kepergiaanya dengan ikhlas
Cintailah waktu
Bergurulah dengan waktu
Setelah itu kau akan selalu hidup dalam keabadian