Sejarah-proyek kaum papa
29/08/2017
Aku melihat kebelakang
Ratusan hari
Ribuan bulan
Jutaan tahun
Milayaran abad
Dari alam semesta sebelum diciptakan
Kemudian beredar bintang-bintang
Planet-planet terus ditemukan
Kemudian Adam hawa lahir
Beranak pinak, jadilah kumpulan manusia
Mereka tersebar di gunung, di lembah, di ngarai-ngarai
Membentuk persaudaraan
Jadilah suku-suku liar
Bertempurlah
Sesama manusia, darah membanjir laut dan sungai
Diantara sejarah
Tumbuh orang-orang bijak
Membangun masyarakat dan bangunan
Jadilah peradaban
Ya, itulah setiap peristiwa
Tanda-tanda mulai bisa baca
Manusia bertindak
Sebab dorongan manusiawi
Atau sebab dari Tuhan disana
Sejarah,…..
Ditunggu sebentar
Baru bisa dicatat, tahun, hari, bulan
Periodisasi
Sejarawan mencatat saat peristiwa hebat berlalu
Sejarah juga bisa di catat dari arah depan ke belakang
Itulah sejarah masa depan
Sejarah kebejatan di ukir oleh para pemimpin penindas
Sejarah kebaikan di lukis para pemimpin adil
Keduanya mewarnai, tanpa bisa dihapus salah satunya
Jadilah di tengah jika ingin sejarawan
Pilihlah salahsatu
Jika ingin jadi pelaku
Tidak ada jalan sejarah kebaikan tanpa lawanya
Perambok
Pembunuh
Pemerkosa
Perampok
Terkadang sejarah kebejatan dibuat
Dengan ketelitian tinggi
Disiapkan penuh kecermatan
Disiapkan aktor, ragam peristiwa
Hingga kejadian seperti apa
Kebejataan bisa diubah berwajah kebaikan
Kebaikan diubah berwarna keburukan
Litlah sejarah sekarang
Pelaku sejarah dibuat oleh penguasa dunia
Penguasa masyarakat Internasional
Pembuatnya oleh gerombolan pemenang perang
Ya
Itulah sejarah pemenang
Sedang keadilan
Dibuat oleh segelintir kecil orang
Upayanya menggigit dengan rasa semut
Gajah- bisakah ambruk oleh gigitan semut?
Tak ada pahlawan hebat dari pemenang
Atau orang-orang yang kalah perang
Orang-orang tertindas di dunia
Rindu kemenangan pahlawanya
Sejarawan menunggu dengan tertekan dan ketakutan
Kapan peristiwa kemenangan terjadi?
Apa yang bisa dikerjakan selain menunggu
Mencatat yang perlu
Sejarah………
Apa, siapa, dimana, kapan, bagaimana
Semuanya ada pada kehendak manusia
Cita-cita besar,
Milik kaum bersabar dan tawakal
Manusia bertuhan tanpa jeda
Mereka hidup dalam kehidupan yang sudah mati
Hatinya tertawan oleh kerinduan akherat yang hebat