Terpukul

Sekali lagi terpukul

Bagaimana tidak

Aku tulis puisi setiap hari

Hancur lebur,…ribuan kata-kata lenyap……

 

Aku cari tak bisa

Aku panggil tak mendengar

Aku marahi tak terasa

Aku bingungi, merana… merana..merana

 

Oh betapa hancur

Setelah sebelumnya virus  masuk dalam tubuhku

Kini virus masuk dalam tulisanku

 

Betapa bodoh jika jiwa tak dilindungi

Dia liar, dan lupa

Bahwa kata juga harus dijaga

Dari amuk setan dimana mana

 

Diriku matang  juga hancur lebur

Yang tersisa hanya kata-kata dulu

Tulisan tak berbobot, ringan dan bercanda saja yang tersisa

 

Hari ini aku berkabung, sungguh dalam kabut hitam

Ya,….. tak perlu malu

Aku dalam duka yang dalam

 

Karena kata kata adalah teman

Mereka adalah pusaka

Jika pangeran harus berjuang sendirian

Dalam sepi menguliti kemunafikan..oh wahai kata

Ksatria, ksatria, ksatria,..

Yah ksatria kehilangan kata…..banyak kata

Temuan ajaib dalam hidup ini

 

Sebuah pesan dari balik langit

Rapilah dalam bekerja

Jaga kata- kata,.

Karena malaikat maut dimana-mana

Waktuku tidak banyak…waktu..waktu..waktu