:::: MENU ::::

Nestapa Liga Arab, Nestapa Palestina

Andaikan salah satu kesepakatan terakhir KTT Liga Arab ke 24 di Doha, Qatar, Selasa (26/3) mengesahkan anggotanya untuk membantu persenjataan kepada pejuang Palestina sejak Liga Arab resmi didirikan pada 22 Maret 1945, mungkin Palestina sudah merdeka sejak dulu kala, dan orang Yahudi,  Muslim dan Kristen  bisa bikin negara bareng lewat referendum yang demokratis”

Continue Reading


Menafsir Evolusi Pencitaan Alam dengan Al-Quran

“Meski begitu ini bukan upaya pencocokan kebenaran fisika yang selalu berubah, dan kebenaran Al-Quran yang tidak berubah. Upaya ini anggap saja sebagai perenungan ciptaan Allah dengan bantuan data-data fisika, ujungnya kekaguman pada sang Haq.

Continue Reading


Putin, Wani Ngalah Luhur Wekasane

“Jika saja hal itu terjadi maka Putin layak dianugerahi pujian pepatah Jawa “Wani Ngalah Luhur Wekasane” (berani mengalah untuk sesuatu yang lebih mulia), “menang tanpo ngasorake” (menang tanpa merendahkan lawan).”

Continue Reading


Perang Suriah, Naskah Film Terakhir AS

“We must make clear that will not be tricked into another war designed to make profits for the Wall Street military contractors and oil profiteers. Such a war will take thousands of innocent lives. There is no justification for such a criminal act.”

Inilah keyakinan gerakan anti-perang AS merespon rencana Pentagon menghajar Suriah. Reuters mensurvei, 86% publik menolak perang semacam ini. Perang ini dirancang untuk keuntungan kontrak militer Wall Street dan para pencatut minyak. Tak kalah serunya publik Inggris melihat Cameron dengan gigih meyakinkan parlemen Inggris, lewat debat Live ditayangkan Press TV, tak nyana, usaha gigih Cameron hanya mendapat suara 272 lawan 285, demokrasi akhirnya menolak perang.

Continue Reading


Mem-Frame Perjumpaan Tuhan dengan Filsafat Islam

“Al-Haq tidak bertajalli dalam bentuk yang sama kepada dua orang arif yang berbeda (Ibn Arabi, 3, 384)”

Keberhasilan mem-frame pengalaman mistisme dengan pengetahuan husuli (filsafat) terfokus pada pembahasan “ketakjuban menyaksikan al-haq”. Seorang pakar psikologi AS, William James menganalisa “keterpakuan (inefability)” sebagai pengalaman tak tergantikan dan karenanya tidak bisa dipindahkan ke orang lain.

Continue Reading