:::: MENU ::::
MENUMENU

Dunia Konvensi dan Kehidupan Kita

Oleh :  Muhammad Ma'ruf

Tulisan ini akan mengelaborasi dunia konvensi, atau dunia kesepakatan. Dunia ini memiliki efek internal dan ekternal. Dengan memberi contoh nilai nominal kesepakatan yang tertera dalam uang kertas dan menjadikanya sebagai alat transaksi setiap hari, kita terlibat dengan dunia konvensi tanpa berjarak, apakah dunia itu benar-benar nyata atau tidak.

Menjadi manusia di dunia ini berarti hidup di dalam konvensi (I’tibariat). Dapat dikatakan bahwa ketika seseorang dilahirkan, dia masuk ke dunia konvensi dan ketika dia meninggal, maka dia meninggalkan dunia konvensi.  Allamah Tabatabai mengusulkan teori yang sangat menarik yang akan kita jabarkan dalam tulisan pendek ini.

Para filsuf Barat, khususnya pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, telah memperhatikan masalah konvensi. Meskipun kesenjangan antara konvensi dan fakta dalam literatur filosofis barat telah diakui, ia tidak menemukan solusi yang memuaskan.

Allamah Tabatabai memberikan definisi spesifik untuk istilah “konvensi”. “Konvensi”, menurutnya, adalah “untuk memberikan/menerapkan/mentransfer definisi (menurut pengertian Aristotelian, yaitu Genus + differentia) dari sesuatu untuk sesuatu” lain “. Dapat dikatakan bahwa pikiran manusia memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan sesuatu sebagai sesuatu yang lain (seperti metafora). Fitur ini luar biasa dan merupakan karakteristik manusia. Dapat dikatakan bahwa apa yang membedakan manusia dari spesies hewan lain mengacu pada kekuatan masalah ini, yaitu untuk mempertimbangkan sesuatu sebagai sesuatu yang lain.

Allamah Tabatabai mendefiniskan istilah konvensi,  “untuk mempertimbangkan sesuatu sebagai sesuatu yang lain”. Dalam filsafat analitik kontemporer, karena dominasi pendekatan empiris, berarti “melihatnya berdasarkan fungsi”.

Mari kita coba jelaskan pentingnya topik ini dengan ilustrasi contoh. Nilai sebuah uang adalah konvensional, artinya tidak ada referensi nyata untuk “nilai uang” di dunia nyata. Jika, misalnya, saya katakan 100 dolar sama dengan 1400.000 ribu rupiah, saya mengacu pada nilai kertasnya, tetapi nilai  itu sepenuhnya virtual. Namun, ketika kita berbicara dalam sistem keuangan konvensional, itu terlihat lebih nyata daripada fakta apa pun. Interaksi manusia sangat didasarkan pada hubungan konvensional sehingga ketika menyangkut uang, misalnya, tidak ada yang menganggapnya hanya sekedar kertas tetapi fungsinya dalam sistem konvensional diakui.

Dapat dikatakan bahwa, tidak ada pengakuan untuk nilai uang di luar konteks konvensi. Kemudian kita terus bertanya, apakah konvensi memiliki efek nyata dan objektif?

Hubungan Konvensi/Fakta
1. Ketika konvensi mulai berlaku, maka tindakan kita adalah bagian dari kenyataan, membawa dampak dan konsekuensi. Jadi ketika konvensi menjadi sebuah tindakan, artinya menjadi bagian dari dunia fakta dan memiliki implikasi nyata. Konvensi, oleh karena itu, dapat dinilai sebagai benar atau salah karena mereka menemukan implikasi praktis.
2. Konvensi juga memiliki beberapa efek internal nyata yang sangat penting. Jika, misalnya, saya menyetujui pencurian menurut sistem “konvensional saya”, itu akan memiliki efek internal. Aspek konvensi ini telah dibahas dalam ajaran agama.

Jadi ada ranah virtual-konvensional yang tidak menunjukkan fakta apa pun di dunia nyata tetapi memiliki dua implikasi: 1. Efek internal, artinya konvensi kita memang memiliki efek internal. 2. Efek nyata, ketika sebuah konvensi ada dalam tindakan. Oleh karena itu, konvensi harus diukur dan dinilai sesuai dengan dua efek ini.

Ketika misalnya, dikatakan bahwa sistem ekonomi Islam harus disetujui dan sistem Kapitalis tidak dapat diterima, itu juga tidak berarti bahwa ada proposisi nyata dan obyektif dalam sistem ekonomi Islam atau untuk mengatakan bahwa proposisi ekonomi Islam itu benar dan Yang kapitalis itu salah. Kedua sistem menjelaskan konvensi dalam kontek interaksi ekonomi. Jadi alasan mengapa Islam harus diterima adalah karena memiliki efek internal yang mengarah pada kebahagiaan dan surga dan efek nyata yang membawa kemakmuran.

Hubungi saya


Comments are closed.